Debu Semen hingga Mesin Jahit, Dua Seniman Raih Grand Prize Kompetisi Seni Asia Tenggara
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleProses untuk menemukan bentuk akhirnya pun tidak berlangsung singkat. Pemuda asal Bogor, Jawa Barat itu harus melakukan sejumlah eksperimen sebelum mendapatkan hasil yang menurutnya dapat diandalkan.
“Yang paling berkesan adalah prosesnya, karena sebelum sampai ke sini, karya gue melalui eksperimentasi dan lain-lain. Memang cukup banyak waktu yang terbuang, hasilnya dicoba beberapa kali, kemudian dicoba lagi sampai akhirnya muncul hasil yang bisa diandalkan,” ujarnya.
| Baca Juga: Suara Khasnya Dikloning AI, Kenjiro Tsuda Gugat TikTok
Eksperimen tersebut akhirnya membawa Ragib meraih Grand Prize kategori Pelajar & Mahasiswa.
Jika Ragib berangkat dari lingkungan industri, Veronica menemukan gagasan dari perubahan yang terjadi dalam kehidupan pribadinya.
Ia meraih Grand Prize kategori Umum melalui karya instalasi 'Rupa Tan Matra #3'. Menggunakan teknik soft sculpting dengan kain dan dakron, Veronica mengeksplorasi pengalaman domestik sebagai bagian dari praktik artistiknya.
Sebelum menjadi ibu, Veronica lebih banyak bekerja dengan seni lukis yang membutuhkan waktu cukup panjang. Perubahan kehidupan kemudian membuatnya mengalihkan perhatian pada seni instalasi berbasis kain.
| Baca Juga: Joheirry Mola Jadi Miss World 2026, Sosok Guru dan Jurnalis yang Peduli Pendidikan Anak
Perubahan medium tersebut sekaligus menjadi cara untuk merefleksikan perubahan identitas dan kerja-kerja perawatan yang sering kali tidak terlihat dalam rutinitas sehari-hari.
Melalui instalasi mesin jahit berbahan kanvas, pengalaman domestik tidak sekadar ditempatkan sebagai latar belakang. Ia menjadi bagian dari gagasan utama karya.
Bagi Veronica, kesempatan memperkenalkan karya kepada masyarakat menjadi salah satu alasan mengapa ruang seperti kompetisi seni tetap penting bagi perjalanan seorang seniman.
“Saya rasa kompetisi ini menunjukkan kesempatan bagi para seniman untuk bisa mengartikan karya-karya kepada masyarakat agar bisa lebih dikenal oleh masyarakat,” katanya.







