Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Memiliki gigi yang putih bersih selalu menjadi dambaan setiap orang. Namun, kerap muncul situasi bahwa ketika kita rajin menyikat gigi, namun hasil akhirnya gigi tersebut tetap terlihat kekuningan.

Pertanyaan itu kerap muncul. Namun, harus dipahami bahwa warna gigi dipengaruhi banyak faktor. Selain noda dari makanan dan minuman, warna alami struktur gigi serta cara permukaannya berinteraksi dengan cahaya juga menentukan tampilan gigi.

Kopi dan teh, misalnya, dapat meninggalkan noda. Kementerian Kesehatan melalui portal Ayo Sehat menyebut keduanya sebagai minuman yang dapat menyebabkan noda pada gigi. Namun, noda bukan satu-satunya penyebab gigi terlihat kekuningan.

Enamel atau email, lapisan terluar gigi, memiliki sifat agak transparan. Akibatnya, warna lapisan di bawahnya masih dapat terlihat.

| Baca Juga: Mengantuk Sebelum Olahraga? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Lapisan tersebut disebut dentin dan secara alami cenderung kekuningan. Selain itu, cara enamel dan dentin menyerap serta menyebarkan cahaya turut menentukan warna yang ditangkap mata.

Karena itu, gigi yang sudah dibersihkan dengan baik belum tentu terlihat putih terang. Sebagian warna kekuningan justru merupakan karakter alami gigi, bukan tanda adanya noda yang harus dihilangkan.

Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, mengatakan perhatian masyarakat terhadap perawatan gigi kini semakin beragam, termasuk terhadap noda dan tampilan warna gigi.

“Kebutuhan masyarakat terhadap perawatan gigi semakin beragam. Selain menjaga kebersihan, ada pula perhatian terhadap noda dan tampilan warna gigi. Karena itu, penting memahami bahwa setiap pendekatan memiliki cara kerja yang berbeda dan perlu disesuaikan dengan kebutuhan,” ujar Michelle di Jakarta baru-baru ini.

| Baca Juga: PCOS Resmi Berganti Nama Jadi PMOS, Begini Penjelasan Dokter Kandungan

Pengangkatan noda pada gigi ditujukan untuk membersihkan pigmen yang menempel di permukaan gigi, termasuk yang berasal dari makanan dan minuman.

Ada pula bleaching yang menggunakan bahan seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida untuk menguraikan senyawa penyebab perubahan warna melalui reaksi kimia.

Selanjutnya, ada pula optical whitening atau pemutihan optik yang bekerja dengan prinsip koreksi warna. Pendekatan ini perlu dibedakan dari bleaching karena tidak mengubah warna alami struktur gigi dan tidak menghilangkan warna kekuningan dentin.

Pada pemutihan optik, warna tertentu digunakan untuk memengaruhi persepsi visual terhadap warna gigi. Dengan kata lain, efeknya adalah membuat gigi terlihat lebih putih, bukan mengubah warna dasar gigi secara kimia.

| Baca Juga: 70 Persen Kasus Kanker Payudara Ditemukan Saat Stadium Lanjut, Pentingnya Kenali Tubuh Sejak Muda

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry menjelaskan bahwa bahan koreksi warna tertentu yang menempel pada permukaan gigi dapat mengubah sifat optiknya, yakni cara permukaan tersebut berinteraksi dengan cahaya. Perubahan ini dapat membantu mengurangi tampilan kekuningan sehingga gigi terlihat lebih putih.

Batas klaim tersebut penting dipahami. Efek visual dari koreksi warna tidak sama dengan proses bleaching dan tidak berarti seluruh warna alami gigi telah diputihkan.

Selain koreksi warna, perawatan permukaan gigi dapat diarahkan untuk membantu mengurangi noda. Salah satu pendekatan menggunakan korektor warna ungu dan biru bersama papain.

Korektor warna bekerja melalui prinsip optik untuk membantu menyeimbangkan tampilan kekuningan. Sementara itu, papain merupakan enzim proteolitik yang membantu memecah protein.

| Baca Juga: Cuma Luka Kecil, Perlukah Ditutup? Dokter Ungkap Kesalahan yang Sering Dilakukan

Pada permukaan gigi terdapat lapisan tipis protein yang terbentuk secara alami. Pigmen noda dapat melekat pada lapisan tersebut, dan papain membantu menguraikan komponen protein sehingga noda lebih mudah dilepaskan saat proses pembersihan.

Peran enzim dalam perawatan noda juga telah diteliti. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Young Pharmacists menunjukkan bahwa formulasi pasta gigi yang mengandung papain dan bromelain dapat membantu mengangkat noda pada permukaan gigi.

Meski demikian, hasil tersebut tidak berarti semua produk dengan kandungan enzim akan memberikan hasil yang sama. Efektivitas bergantung pada keseluruhan formulasi dan cara penggunaannya.

Di sisi lain, jika warna kuning itu disertai sakit gigi, gusi atau bau mulut, persoalannya mungkin bukan sekadar noda. Pemeriksaan oleh dokter gigi diperlukan untuk mencari penyebab dan menentukan perawatan yang sesuai.

Memutihkan gigi tanpa mengetahui penyebab perubahan warna terlebih dahulu juga berisiko membuat masalah yang mendasarinya tidak terdeteksi. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: