Pangeran Harry Ngaku Sempat Depresi Usai Mundur dari Tugas Kerajaan Inggris
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Pangeran Harry mengungkap bahwa dirinya sempat mengalami depresi setelah memutuskan mundur dari tugas sebagai anggota senior keluarga Kerajaan Inggris pada 2020.
Pengakuan tersebut disampaikan dalam sesi video yang dirilis platform pembelajaran online MasterClass pada Kamis (8/10/2026). Videonya menampilkan Harry bersama seorang ahli saraf Dr Mary-Frances O’Connor.
Keduanya membicarakan topik menyangkut duka. Suami Meghan Markle itu mengisahkan tentang kondisi kesehatan mentalnya, khususnya setelah kematian ibunya, Putri Diana, dan setelah mundur dari tugas kerajaan.
Harry mengungkap bahwa ia telah meninggalkan Inggris dan pergi ke Kanada bersama sang istri serta putra sulung mereka, Archie, pada 2019 untuk menjauh sejenak dari segalanya.
| Baca Juga: Rumor Harry dan Meghan Ingin Minta Maaf ke William-Kate Disebut Omong Kosong
Tetapi bukannya mendapatkan ketenangan, ia justru mengalami depresi akibat penurunan adrenalin yang drastis yang disebutnya adrenaline crash.
Adik Pangeran William itu membeberkan bahwa selama tinggal di lingkungan kerajaan yang penuh tekanan, ia terbiasa menjalani kehidupan dengan dorongan adrenalin.
Sehingga ketika menjalani kehidupan yang lebih santai, kondisi emosionalnya menjadi terganggu.
"Saat berada di Kanada, jauh dari lingkungan penuh tekanan yang mungkin membuat tubuh saya terus-menerus dipenuhi adrenalin, dalam waktu dua atau tiga hari, saya mengalami penurunan drastis kadar adrenalin, sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya," ujarnya, dikutip dari Independent UK, Jumat (9/10/2026).
| Baca Juga: Olivia Rodrigo Bantah Punya Pacar, Akui Terganggu Foto Paparazzi
Menurunnya tingkat adrenalin itu, kata Harry, membuat otaknya sempat tidak berfungsi. Dirinya bahkan merasa tidak berguna hingga berujung mengalami depresi selama dua minggu.
"Rasanya seperti saya membutuhkan stres untuk memicu adrenalin agar otak saya bisa berfungsi, karena tanpa itu, saya menjadi tidak bisa melakukan apa pun di rumah," tuturnya.
"Saya bahkan sempat mengalami depresi selama sekitar dua minggu dan merasa tidak mampu berfungsi tanpa adanya adrenalin," tambahnya.
Megxit
Peristiwa mundurnya Harry dan Meghan dari tugas anggota senior keluarga Kerajaan Inggris pada 8 Januari 2020 dikenal sebagai 'Megxit', gabungan dari kata 'Meghan' dan 'Exit'.
| Baca Juga: Sering Dibandingkan, Sydney Sweeney dan Marilyn Monroe Ternyata Masih Kerabat Jauh
Peristiwa tersebut cukup menggemparkan pada masanya dan menjadi salah satu titik penting dalam perubahan hubungan anak bungsu Raja Charles III itu dengan keluarganya.
Sejumlah media asing melaporkan bahwa hubungan Harry dengan keluarganya merenggang, termasuk dengan saudaranya satu-satunya, William.
Sementara itu, Harry dan Meghan sempat menetap di Montecito, California, selama enam tahun sebelum akhirnya memilih kembali ke Inggris pada Agustus 2026. (*)







