Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

"Dampak buku aku itu jauh lebih besar daripada yang kubayangkan, dibahas di mana-mana sampai ke DPR, terus banyak orang yang jadi berani speak up, banyak yang bisa lepas dari groomer mereka," tuturnya.

Namun, Aurelie Moeremans tidak ingin perhatian masyarakat terhadap child grooming hanya terbatas pada satu masa tertentu saja. Karenanya, ia mengusulkan untuk dibuat tanggal khusus untuk memperingati kesadaran akan isu tersebut.

| Baca Juga: Jennifer Coppen Buka Suara Usai Terseret Kasus Investasi Bodong Rp25 M

"Aku nggak pengin isu ini tuh dibahas pas lagi viral aja. Makanya aku kepikiran nih, ide gilaku nih, gimana kalau 10 Oktober itu nggak dibikin spesial buat aku aja, tapi dibikin spesial buat seluruh Indonesia," ujarnya.

"Gimana kalau tangal 10 Oktober itu dijadikan Hari Kesadaran Child Grooming Indonesia, biar setiap tahun kita diingatkan lagi tentang bahayanya child grooming," tambahnya.

Aurelie lantas meminta bantuan warganet untuk ikut serta menyuarakan idenya kepada lembaga pemerintah berwenang. Ia berharap ide tersebut dapat membantu mencegah bertambahnya korban child grooming.

Netizen Setuju

Kolom komentar unggahan Aurelie Moeremans dipenuhi reaksi netizen yang setuju dengan idenya. Mereka berharap isu child grooming akan semakin diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat, terkhusus para orangtua.

| Baca Juga: Sudah Kenal Sejak Lama, Teuku Ryan Tak Ingin Terburu-buru dengan Stephanie Giscka

"Setuju, karena di Indonesia masih banyak yang mewajarkan orang dewasa pacaran atau menikah dengan anak di bawah 17 tahun," komentar seorang netizen.

"Idenya keren, tapi dalam lingkup terkecil dulu para orangtua harus beneran ngejaga anak-anaknya karena benteng utama biar anak nggak jadi korban grooming tentu peranan orangtua," komentar netizen lain. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: