Aurelie Moeremans Usulkan 10 Oktober Jadi Hari Kesadaran Child Grooming Nasional, Ini Alasannya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Aktris Aurelie Moeremans punya ide 'gila'. Ia mengusulkan agar setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesadaran Child Grooming Nasional.
Ide tersebut berangkat dari pengalaman pribadinya yang pernah menjadi korban child grooming saat berusia 15 tahun oleh seorang pria yang 14 tahun lebih tua.
"Aku punya ide gila. Gila tapi nggak mustahil dan kayaknya kalau kita bareng-bareng bisa deh," ungkap Aurelie dalam unggahan video yang dibagikan ke Instagram pribadinya, Sabtu (10/10/2026).
Istri Tyler Bigenho itu mengungkap bahwa dulu ia sangat membenci tanggal 10 Oktober karena tanggal itu merupakan hari di mana dirinya terjebak pernikahan palsu.
| Baca Juga: Dapat Mertua Idaman, Aurelie Moeremans Ungkap Kebaikan Ibunda Tyler Bigenho
"Jadi dari dulu kan aku benci banget sama tanggal 10 Oktober karena waktu aku masih remaja aku terjebak dalam pernikahan palsu dengan groomer aku yang nge-grooming aku dari umur 15 tahun," kisahnya.
Pengalaman tersebut sudah pernah Aurelie Moeremans bagikan lewat buku memoar berjudul 'Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth' yang diterbitkan dalam versi digital pada 10 Oktober 2025.
Dalam bukunya, aktris 33 tahun itu menceritakan berbagai tindakan manipulatif yang dilakukan mantan kekasihnya, Bobby (nama samaran). Termasuk bagaimana ia bisa terjebak dalam pernikahan yang tidak sah secara agama.
Memoar 'Broken Strings' mendapat sorotan lebih luas dan viral pada Januari 2026, bahkan sempat dibahas dalam rapat Komisi XIII DPR RI bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan.
| Baca Juga: Tak Dibatasi Rayn Wijaya, Ranty Maria Akui Makin Produktif Berkarier
Berkat buku memoar Aurelie Moeremans, isu child grooming mulai ramai diperbincangkan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahayanya terhadap anak.
Aurelie sendiri mengaku tidak menyangka dengan dampak yang ditimbulkan dari bukunya. Apalagi banyak korban lain yang akhirnya berani speak up setelah membaca ceritanya.
"Dampak buku aku itu jauh lebih besar daripada yang kubayangkan, dibahas di mana-mana sampai ke DPR, terus banyak orang yang jadi berani speak up, banyak yang bisa lepas dari groomer mereka," tuturnya.
Namun, Aurelie Moeremans tidak ingin perhatian masyarakat terhadap child grooming hanya terbatas pada satu masa tertentu saja. Karenanya, ia mengusulkan untuk dibuat tanggal khusus untuk memperingati kesadaran akan isu tersebut.
| Baca Juga: Jennifer Coppen Buka Suara Usai Terseret Kasus Investasi Bodong Rp25 M
"Aku nggak pengin isu ini tuh dibahas pas lagi viral aja. Makanya aku kepikiran nih, ide gilaku nih, gimana kalau 10 Oktober itu nggak dibikin spesial buat aku aja, tapi dibikin spesial buat seluruh Indonesia," ujarnya.
"Gimana kalau tangal 10 Oktober itu dijadikan Hari Kesadaran Child Grooming Indonesia, biar setiap tahun kita diingatkan lagi tentang bahayanya child grooming," tambahnya.
Aurelie lantas meminta bantuan warganet untuk ikut serta menyuarakan idenya kepada lembaga pemerintah berwenang. Ia berharap ide tersebut dapat membantu mencegah bertambahnya korban child grooming.
Netizen Setuju
Kolom komentar unggahan Aurelie Moeremans dipenuhi reaksi netizen yang setuju dengan idenya. Mereka berharap isu child grooming akan semakin diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat, terkhusus para orangtua.
| Baca Juga: Sudah Kenal Sejak Lama, Teuku Ryan Tak Ingin Terburu-buru dengan Stephanie Giscka
"Setuju, karena di Indonesia masih banyak yang mewajarkan orang dewasa pacaran atau menikah dengan anak di bawah 17 tahun," komentar seorang netizen.
"Idenya keren, tapi dalam lingkup terkecil dulu para orangtua harus beneran ngejaga anak-anaknya karena benteng utama biar anak nggak jadi korban grooming tentu peranan orangtua," komentar netizen lain. (*)







