Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Kirana menegaskan akan menghormati proses hukum dan tidak menyampaikan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

"Saya ingin menegaskan bahwa saya siap untuk bersikap kooperatif dan memberikan informasi yang saya miliki apabila dibutuhkan oleh pihak yang berwenang," katanya.

Bernard Mengaku Rugi Rp1 Miliar

Kasus dugaan penipuan transaksi emas dan perak ini kembali menjadi perhatian setelah Bernard melaporkan dugaan tersebut ke Bareskrim Polri pada Jumat, (9/10/2026).

| Baca Juga: Kirana Larasati Soroti Simpati Publik untuk Keluarga Pencuri Ayam Aduan yang Tewas Dikeroyok di Bali

Ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp1 miliar akibat pesanan yang belum terealisasi.

Bernard bercerita bahwa awalnya ia hanya memesan sedikit karena khawatir dengan sistem pre-order (PO), yakni pembayaran dilakukan sebelum barang diterima.

Kepercayaannya meningkat setelah pesanan pertama sampai dan kadar perak yang dibelinya dinyatakan asli saat diperiksa di toko emas.

"Awalnya saya juga takut karena ini sistemnya PO, ada uang tapi belum ada barang. Jadi saya beli cuma sedikit dulu," kata Bernard setelah membuat laporan pada Jumat (9/10/2026).

Namun, ia mengaku kembali memesan dalam jumlah lebih besar setelah perusahaan menawarkan diskon besar-besaran pada Juli hingga Agustus 2026. Sejumlah pesanan yang telah dibayar disebut belum diterima.

| Baca Juga: Siapa Fatieh Aton? Selebgram Asal Aceh yang Jadi Pacar Baru Bedu

Puluhan Korban Menunggu Kejelasan

Sebelum laporan Bernard ke Bareskrim, sejumlah konsumen juga telah melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan transaksi emas ke Polda Bali pada September 2026.

Dalam laporan berbeda yang disampaikan ke Bareskrim pada Jumat (9/10/2026), sebanyak 86 korban mengadukan PT Divine Gems and Jewellery dengan perkiraan kerugian gabungan sekitar Rp25 miliar.

1 2 3

Tags: