Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

“Jadi memang yang mau aku garis bawahi adalah kita harus selalu ingat bahwa momen-momen baik itu, jangan dijadikan hal yang menyedihkan, tapi kita harus selalu menjadikan hal baik itu alasan untuk kita terus hidup dan terus untuk terus bahagia melanjutkan hidup kita masing-masing,” ungkapnya.

Pesan tersebut membuat “Memoria” terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Sebab, hampir setiap orang tentu memiliki kenangan tentang seseorang, tempat, atau momen tertentu yang ingin disimpan selamanya.

| Baca Juga: Dari EDM ke Koplo, Diplo Belajar Musik Jedag-Jedug Bareng DJ Habib Gemoy

Melalui lagu ini, El berharap pendengar tidak hanya larut dalam perasaan kehilangan, tetapi juga mampu mensyukuri kebahagiaan yang pernah mereka rasakan.

Di balik lahirnya “Memoria”, ada pengalaman baru yang cukup berkesan bagi El Putra. Lagu ini bermula dari workshop pertamanya bersama Petra Sihombing, Mohammed Kamga, dan Iqbal Siregar. Proses awal penciptaannya berlangsung relatif singkat. Dalam waktu sekitar satu hingga dua jam, gagasan yang dibawa ke dalam workshop berkembang menjadi sebuah lagu.

El juga terlibat dalam penulisan lirik serta proses kreatifnya. Meski ide awal bisa ditemukan dalam waktu singkat, bukan berarti lagu tersebut langsung selesai tanpa melalui berbagai pertimbangan.

Salah satu bagian yang mengalami beberapa kali perubahan adalah refrain. Menurut El, bagian tersebut sempat dibuat dalam tiga hingga empat versi sebelum akhirnya menemukan bentuk yang dirasa paling sesuai dengan pesan lagu.

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan debut musiknya. Sebab, “Memoria” bukan hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan suara dan karakter bermusiknya, tetapi juga ruang bagi El untuk menyampaikan cerita yang dekat dengan pengalaman manusia. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: