Memoria, Lagu Debut El Putra Sarira Sebagai Penyanyi, Tak Sekadar Kisah Patah Hati
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Perpisahan tak selalu harus berakhir dengan kesedihan. Sebab, di balik setiap hubungan yang selesai, selalu ada kenangan indah yang pernah membuat hidup terasa lebih berarti. Pesan inilah yang ingin disampaikan El Putra Sarira melalui single perdananya sebagai penyanyi, “Memoria”.
Pemeran Rangga di film Rangga & Cinta ini resmi memulai perjalanan musiknya melalui lagu yang dirilis di bawah naungan label Trinity Optima Production. Bukan sekadar lagu tentang patah hati, “Memoria” mengajak pendengarnya untuk melihat kembali masa lalu dengan sudut pandang yang lebih hangat.
Bagi El Putra, kenangan tidak hanya berkaitan dengan kisah percintaan. Ada pula pertemanan, keluarga, tempat, hingga fase kehidupan yang pernah memberikan kebahagiaan, tetapi pada akhirnya harus berakhir.
“Secara keseluruhan lagu ‘Memoria’ ini pastinya menceritakan tentang memori, tentang kenangan. Di mana terkadang kita selalu larut dalam kesedihan ketika semuanya berakhir,” kata El Putra saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).
| Baca Juga: Zhao Lusi Dirumorkan Daftarkan Lagu ke Grammy Awards 2027, Netizen Justru Nyinyir
Ia menyadari, mengakhiri sebuah hubungan atau meninggalkan masa lalu bukanlah perkara mudah. Terlebih ketika banyak momen indah yang pernah dilewati bersama orang-orang terdekat.
“Ketika memori atau hal-hal baik yang pernah dilewati baik sama teman, pasangan, ataupun keluarga itu pastinya kita kayak sedih banget ini bakal berakhir,” tuturnya.
Namun, El ingin mengingatkan bahwa berakhirnya sebuah perjalanan bukan berarti semua hal baik yang pernah terjadi harus dilupakan. Justru kenangan tersebut bisa menjadi alasan untuk terus melangkah dan menjalani hidup dengan bahagia.
Pesan utama “Memoria” terangkum dalam potongan lirik yang menjadi inti emosional lagu tersebut, yakni, “Jangan sedih bila berakhir, tapi senang ini pernah terjadi.”
| Baca Juga: Rekam Ulang Lagu ‘Percuma’, Mahalini Dituduh Haus Validasi
Lewat kalimat sederhana itu, El ingin mengajak pendengar berdamai dengan kenyataan bahwa tidak semua hal bisa bertahan selamanya. Ada orang yang datang lalu pergi, ada hubungan yang tidak bisa dipertahankan, dan ada masa-masa indah yang hanya bisa dikenang.
Meski demikian, semua itu tidak harus menjadi sumber kesedihan berkepanjangan. Bagi El, pengalaman baik yang pernah dilewati tetap memiliki arti, sekalipun orang atau situasi yang mengiringinya sudah tidak lagi hadir dalam kehidupan sekarang.
“Jadi memang yang mau aku garis bawahi adalah kita harus selalu ingat bahwa momen-momen baik itu, jangan dijadikan hal yang menyedihkan, tapi kita harus selalu menjadikan hal baik itu alasan untuk kita terus hidup dan terus untuk terus bahagia melanjutkan hidup kita masing-masing,” ungkapnya.
Pesan tersebut membuat “Memoria” terasa dekat dengan kehidupan banyak orang. Sebab, hampir setiap orang tentu memiliki kenangan tentang seseorang, tempat, atau momen tertentu yang ingin disimpan selamanya.
| Baca Juga: Dari EDM ke Koplo, Diplo Belajar Musik Jedag-Jedug Bareng DJ Habib Gemoy
Melalui lagu ini, El berharap pendengar tidak hanya larut dalam perasaan kehilangan, tetapi juga mampu mensyukuri kebahagiaan yang pernah mereka rasakan.
Di balik lahirnya “Memoria”, ada pengalaman baru yang cukup berkesan bagi El Putra. Lagu ini bermula dari workshop pertamanya bersama Petra Sihombing, Mohammed Kamga, dan Iqbal Siregar. Proses awal penciptaannya berlangsung relatif singkat. Dalam waktu sekitar satu hingga dua jam, gagasan yang dibawa ke dalam workshop berkembang menjadi sebuah lagu.
El juga terlibat dalam penulisan lirik serta proses kreatifnya. Meski ide awal bisa ditemukan dalam waktu singkat, bukan berarti lagu tersebut langsung selesai tanpa melalui berbagai pertimbangan.
Salah satu bagian yang mengalami beberapa kali perubahan adalah refrain. Menurut El, bagian tersebut sempat dibuat dalam tiga hingga empat versi sebelum akhirnya menemukan bentuk yang dirasa paling sesuai dengan pesan lagu.
Proses tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan debut musiknya. Sebab, “Memoria” bukan hanya menjadi kesempatan untuk memperkenalkan suara dan karakter bermusiknya, tetapi juga ruang bagi El untuk menyampaikan cerita yang dekat dengan pengalaman manusia. (*)







