Aurora Ribero Rasakan Kerasnya Hidup Kaum Komuter Lewat Film 'Lagi Probation'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Rumah produksi BASE Entertainment resmi memperkenalkan proyek film 'Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?'. Film ini disutradarai oleh Archie Hekagery dan diadaptasi langsung dari buku karya Samuel Ray.
Sorotan utama film ini tertuju pada karakter Bintang yang diperankan oleh Aurora Ribero. Bintang digambarkan sebagai sosok yang harus berjuang mati-matian demi meraih pekerjaan yang stabil.
Riwayat kariernya terbilang getir lantaran selalu terhenti di masa percobaan (probation) maksimal tiga bulan hingga memaksanya terus berpindah-pindah tempat kerja.
Kesempatan baru datang saat ia bekerja di Jaya Food. Di perusahaan ini, Bintang kembali diuji untuk membuktikan kelayakannya menjadi karyawan tetap.
Kali ini situasinya semakin kompetitif karena ia harus bersaing ketat dengan lima calon karyawan lain yang sama-sama berjuang memperebutkan posisi tersebut.
Nuansa perjuangan kelas pekerja ini pun tergambar kuat dalam materi visual resminya. Poster promosi menampilkan Aurora Ribero bersama jajaran pemeran lainnya di peron Stasiun KRL.
Empati Mendalam bagi Kaum Komuter
Mengambil latar transportasi umum Jabodetabek, proses produksi film ini turut melibatkan pengambilan gambar langsung di gerbong dan area stasiun KRL. Aurora Ribero mengungkapkan bahwa pengalaman syuting di fasilitas publik tersebut membuka matanya terhadap beban harian yang dipikul masyarakat urban.
"Aku jadi lebih berempati sih sama orang-orang yang melakukan itu hampir setiap hari ya. Aku waktu syutingnya kan cuma beberapa kali. Hanya saja untuk orang yang benar-benar menjalankan itu, aku bisa ngebayangin sih betapa capeknya, jenuhnya. Apalagi kalau emang lagi ada masalah, ya pasti capek banget sih, gitu," tutur Aurora saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).
| Baca Juga: Digarap Hampir 3 Tahun, Sutradara Film 'Sumpah Darah' Angkat Sisi Lain Perempuan Pekerja LC
Aktris 22 tahun ini mengatakan, bahwa ini bukanlah kali pertama dirinya menaiki KRL. Kendati demikian, keterlibatannya dalam adegan-adegan tersebut membuat perspektifnya berubah menjadi jauh lebih peka dan awas terhadap lingkungan sekitar.
"Enggak sih, udah pernah naik LRT sebelumnya. Tapi gara-gara syutingan ini aku jadi lebih aware lagi. Biasanya kalau lewat stasiun aku ya enggak ngeliatin, cuman gara-gara ini aku jadi lebih aware lagi dan lebih observant. Jadi lebih observasi kayak 'Oh ternyata hhh capek ya jadi mereka', gitu," paparnya.
Effort Ekstra Demi Tampilan Rambut Keriting Berponi
Selain pendalaman emosional, Aurora Ribero juga harus menjalani transformasi fisik signifikan demi menghidupkan karakter Bintang. Tampilan visual Bintang di poster tampak sangat berbeda dengan gaya rambut keriting bervolume dipadu poni depan.
Aurora menjelaskan bahwa gaya visual tersebut murni merupakan arahan dan visi sutradara.
"Iya, itu Mas Archie maunya si Bintang tuh ada poninya, terus keriting. Jadi lumayan sih effort-nya untuk jadi Bintang," ungkap Aurora.
Tantangan teknis di lokasi syuting kian bertambah lantaran karakteristik rambut aslinya cenderung mudah lurus kembali. Akibatnya, tim penata rambut harus bekerja ekstra keras melakukan penataan ulang berulang-ulang sebelum syuting.
"Dikeritingin hampir setiap mau next scene. Karena kan rambut aku cepat loss-nya, jadi lumayan banyak waktu yang diluangkan untuk mengeritingkan rambutku," jelasnya.
Meski harus terpapar alat pemanas penata rambut secara intensif sepanjang proses syuting berlangsung, Aurora memastikan kondisi rambutnya tetap terjaga dengan baik tanpa mengalami kerusakan. "Untungnya enggak ya aman aman-aman aja, hehe," pungkasnya. (*)







