Digarap Hampir 3 Tahun, Sutradara Film 'Sumpah Darah' Angkat Sisi Lain Perempuan Pekerja LC
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Penggambaran profesi Ladies Companion (LC) atau pemandu lagu dalam sebuah film kerap kali dilekatkan dengan citra busana yang terbuka dan sensual.
Namun, pendekatan berbeda justru dihadirkan oleh aktris Asmara Abigail bersama sutradara Cornelio Sunny dalam proyek film Sumpah Darah.
Keduanya memilih untuk tidak mengeksploitasi keseksian visual dari karakter LC yang diperankan. Cornelio menegaskan bahwa fokus utama film ini bukan untuk menonjolkan aksi para LC saat bertugas melayani tamu.
Sunny lebih tertarik membedah kehidupan personal dan sisi manusiawi para perempuan tersebut ketika mereka tidak bekerja.
| Baca Juga: Asmara Abigail Ambil Peran Jadi LC di Film 'Sumpah Darah' Usai Putus Cinta
"Jadi yang saya gambarkan adalah kehidupan mereka di belakang performa mereka, kan," ujar Sunny saat ditemui di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Sunny, atribut seksi mungkin saja melekat saat mereka sedang aktif bekerja. Namun, begitu jam kerja usai, rutinitas mereka kembali layaknya masyarakat biasa tanpa ada yang istimewa.
"Ketika mereka perform mungkin mereka akan seksi, tapi kan ketika mereka pulang, makan nasi padang, itu kan hal yang biasa, ya, yang dilakukan seorang manusialah," tegas Sunny.
Baginya, dinamika emosional dan keseharian para LC di luar jam kerja memiliki bobot cerita yang jauh lebih berharga untuk difilmkan ketimbang sekadar profesi mereka di tempat hiburan.
"Yang saya filmkan itu justru bagian LC yang di situnya, di belakang performa mereka. Jadi honestly, saya lebih tertarik dengan kehidupan mereka pribadi daripada pekerjaan mereka hanya sebagai LC itu," jelas Sunny.
Digarap 3 Tahun, Gandeng Penulis Jerman







