Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Pembuatan film ini memakan waktu yang cukup panjang, yakni mencapai tiga tahun secara keseluruhan hingga siap tayang. Sunny mengungkapkan bahwa penulisan naskah sendiri memakan waktu 8 hingga 9 bulan, sementara fase dari perampungan skrip hingga pelaksanaan syuting membutuhkan waktu satu tahun.

Dalam proses kreatif tersebut, Sunny berkolaborasi dengan penulis asal Jerman, Ike Klose, untuk menyuguhkan perpaduan perspektif yang unik.

"Ada co-penulis satu lagi, partner saya Ike Klose orang Jerman. Jadi yang saya dapat dari dia perspektif melihat perspektif lokal tapi dari kacamata orang luar ya. Jadi biar filmnya lebih universal lah dipahamin penonton," urai Sunny.

Metode penggarapan karakter di film ini juga terbilang organik. Sunny melibatkan langsung para aktornya, seperti Asmara Abigail, Sarazany, dan Dwi Sasono, untuk merancang karakter yang akan mereka perankan.

Salah satu contoh masukan nyata yang langsung diadaptasi adalah penyertaan unsur musik India.

"Jadi saya menyiapkan karakter lalu saya diskusikan dengan para pemain, masukan dari pemain itu saya jadikan treatment penyutradaraan," ujar Sunny.

Ia mencontohkan, masukan lagu India di filmnya, itu karena saran dari Asmara Abigail.

"Waktu itu bilang, 'Sunny kayaknya karakter gua suka India deh di dalam film ini.' Nah itu saya terapkan langsung saya bikin lagu apa itu biar jadi merespon pemain lah," ungkapnya.

| Baca Juga: Film Dokumenter NAZA Bawa Kisah Perang Gaza, Hadir di Bioskop Indonesia

Angkat Kisah Ragam Pilihan Hidup Pekerja LC

Terkait alasan pemilihan tema Ladies Companion (LC), Sunny menegaskan bahwa ide tersebut bukan berasal dari pengalaman pribadinya. Ia memandang dunia LC sebagai potret spektrum kehidupan yang ekstrem dan jarang dibedah secara jujur di luar narasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Mungkin perempuan yang sudah di-KDRT apa itu memang banyak kasusnya dan itu juga sebuah ekstrem yang bisa diangkat," ujar Sunny.

1 2 3

Tags: