Drama Musikal Sirena Tampil Memukau, Rara Sudirman hingga Penyandang Disabilitas Berbagi Panggung Penuh Makna
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Drama musikal Sirena: Air Mata dari Lautan sukses digelar di Balai Sarbini, Jakarta, pada 9–10 Oktober 2026. Tak sekadar menyuguhkan pertunjukan dengan visual megah dan musik yang memukau, karya anak Indonesia ini juga menghadirkan pesan mendalam tentang empati, keberanian, penerimaan, dan harapan.
Salah satu daya tarik utama pertunjukan ini adalah keterlibatan penyandang disabilitas yang mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka di panggung profesional. Perpaduan seni peran, musik, koreografi, tata artistik, pencahayaan, dan multimedia membuat Sirena menjadi pengalaman teater yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati.
Jebolan Indonesian Idol musim ke-13, Rara Sudirman, tampil sebagai Sirena dewasa, tokoh utama yang digambarkan sebagai putri duyung yang terdampar di dunia manusia.
Lewat kualitas vokal, ekspresi, dan penghayatan emosionalnya, Rara berhasil menghidupkan karakter Sirena. Dukungan tata panggung, pencahayaan, dan desain visual yang memikat turut membangun suasana magis, membawa penonton menyelami perjalanan tokoh utama dari dunia bawah laut menuju kehidupan di daratan.
| Baca Juga: Ajak Anak dan Keluarga Menyelami Dunia Putri Duyung, Drama Musikal Sirena Tampil di Balai Sarbini
Rara juga beradu akting dengan sejumlah nama yang tak asing di dunia hiburan, seperti Muhammad Fachad Haydra, Widi Mulia, Teuku Zacky, dan Agus Wisman.
Kehadiran Widi Mulia, personel grup vokal AB3, serta Agus Wisman dari Elfa's Singers menjadi daya tarik tersendiri. Keduanya memperlihatkan kemampuan vokal dan akting yang menghidupkan suasana pertunjukan, sekaligus memperkuat perpaduan musik dan drama dalam kisah SIRENA.
Di balik kemegahan panggung Sirena, terdapat pesan sosial yang menjadi salah satu kekuatan pertunjukan ini. Sebanyak 7 hingga 10 anak penyandang disabilitas dilibatkan untuk tampil dan memperlihatkan potensi mereka, baik sebagai pemusik maupun penyanyi.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari seorang penyandang tunanetra yang bermain saksofon sekaligus bernyanyi. Kehadirannya menjadi gambaran bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk mengembangkan bakat dan berkarya.
| Baca Juga: Widi Mulia Tampil di Musikal Sirena, Kenang Ajaran Didi Petet dan Guruh Sukarnoputra
Pelibatan anak-anak disabilitas tersebut mendapat apresiasi dari Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial, Fatma Saifullah Yusuf. Ia mengaku terharu melihat kesempatan yang diberikan kepada anak-anak istimewa untuk tampil dan menunjukkan kemampuan mereka di hadapan penonton.
"Saya sangat terharu, saya sangat bangga karena drama musikal ini mengajak dan memberikan kesempatan kepada anak-anak istimewa, anak-anak disabilitas yang memiliki potensi bermain musik dan bernyanyi," ujar Fatma.



