Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Fatma berharap pertunjukan serupa dapat kembali digelar dengan melibatkan lebih banyak penyandang disabilitas. Menurutnya, ruang seni seperti ini penting untuk membuka kesempatan yang setara bagi setiap anak dalam mengembangkan potensi diri.

Harapan tersebut sejalan dengan semangat Sirena yang menjadikan panggung pertunjukan sebagai ruang inklusif. Bukan hanya menjadi penonton, anak-anak dengan beragam latar belakang juga memperoleh kesempatan untuk terlibat dan merasakan pengalaman seni yang bermakna.

Fatma Saifullah Yusuf (tengah, baju merah), istri Menteri Sosial Saifullah Yusuf, ikut menyaksikan drama musikal Sirena. Foto: Yanuarika.

Pesan Sirena tidak berhenti pada keterlibatan para pemainnya. Pertunjukan ini juga mengajak anak-anak dari berbagai latar belakang untuk menikmati seni sekaligus mengambil pelajaran dari cerita yang disampaikan.

Penasihat DWP Kementerian UMKM, Tina Astari Maman, mengajak sekitar 140 anak menyaksikan drama musikal tersebut. Mereka berasal dari sejumlah kelompok, di antaranya siswa SMP, siswa SMK di Jakarta, serta anak-anak dari Yayasan Cancer.

Tina menilai cerita Sirena memiliki pesan positif yang dapat menginspirasi anak-anak agar berani mengejar cita-cita dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

"Ajak 140 anak-anak itu di antaranya ada anak SMP, anak SMK di Jakarta, dan juga anak dari Yayasan Cancer. Kenapa saya sangat antusias mengajak anak-anak untuk nonton drama musikal Sirena ini? Karena menurut saya cerita Sirena ini bagus, bisa menginspirasi dan memotivasi anak-anak bahwa dalam menggapai mimpi itu kita tidak boleh takut, kita harus berusaha, kita harus terus giat dan fokus," kata Tina.

| Baca Juga: Kunto Aji Nembang Macapat di Depan Sri Sultan Hamengkubuwono X

Kehadiran anak-anak tersebut memperkuat tujuan Sirena sebagai pertunjukan yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar melalui seni.

Dengan mengikuti perjalanan Sirena, penonton diajak memahami arti keberanian dalam menghadapi keadaan yang tidak mudah, pentingnya percaya pada kemampuan diri, serta perlunya terus berusaha untuk mewujudkan impian.

Selain tentang hubungan antarmanusia, pertunjukan ini juga menyoroti hubungan manusia dengan alam. Unsur kearifan lokal Indonesia dipadukan dengan sentuhan seni urban dan teknologi untuk menghadirkan pengalaman visual yang sesuai dengan perkembangan seni pertunjukan masa kini.

Sirena: Air Mata dari Lautan disutradarai oleh Djaelani M. dan berangkat dari gagasan serta naskah Kak Loly. Pertunjukan ini dirancang sebagai pengalaman teater berskala besar yang menggabungkan musik, drama, koreografi, tata artistik, multimedia, dan imajinasi dunia bawah laut.

| Baca Juga: Museum Bing Slamet Resmi Dibuka, Ini Koleksi dan Fasilitas yang Bisa Dilihat

1 2 3

Tags: