Lutut Sering Nyeri Saat Berdiri atau Naik Tangga? Jangan Anggap Sepele, Bisa Jadi Osteoartritis
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GooglePenggunaan sepatu hak tinggi lebih dari sekitar empat sentimeter juga sebaiknya dihindari, sementara naik turun tangga tetap boleh dilakukan selama tidak berlebihan.
Dalam penanganannya, perubahan gaya hidup, fisioterapi, serta obat antiradang dan pereda nyeri dapat membantu mengendalikan gejala, tetapi tidak mengembalikan tulang rawan yang telah rusak.
| Baca Juga: Momen World Sight Day, 101 Pasien Katarak Dapat Operasi Gratis hingga Akhir 2026
Dr. Andre juga mengingatkan bahwa glukosamin tidak terbukti meyakinkan memperbaiki kerusakan tulang rawan, dan suntikan seperti platelet-rich plasma (PRP) maupun terapi sel punca bukan solusi pasti untuk semua tingkat keparahan.
Pada kerusakan berat, dokter dapat mempertimbangkan total knee replacement atau penggantian sendi lutut. Tingkat kerusakan dinilai dengan skala Kellgren-Lawrence dari rontgen, mulai derajat 0 hingga 4. Namun, derajat terberat tidak otomatis berarti harus operasi.
“Yang saya obati adalah pasiennya, bukan sekadar hasil rontgennya. Saya harus melihat apakah pasien benar-benar terganggu, bagaimana kondisi kesehatannya, dan apakah dia sanggup menjalani rehabilitasi setelah operasi,” ujarnya.
Operasi baru dipertimbangkan bila nyeri sudah membatasi aktivitas secara signifikan dan penanganan nonoperatif tidak lagi memadai. Kondisi penyerta seperti gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke, atau Parkinson juga memengaruhi keputusan dan proses pemulihan.
| Baca Juga: Tak Semua Benjolan adalah Kanker, Namun Jangan Abaikan Perubahan pada Payudara
Salah satu perkembangan terbaru adalah robotic knee surgery. Teknologi ini membantu dokter merencanakan tindakan berdasarkan pemetaan tiga dimensi lutut pasien dan simulasi sebelum tulang dipotong, sehingga posisi implan dan keseimbangan sendi dapat diperkirakan lebih terukur.
Meski begitu, keputusan tetap di tangan dokter, dan hasil operasi bergantung pula pada ketepatan indikasi, pengalaman dokter, serta kepatuhan pasien menjalani rehabilitasi.
Pada pasien yang memenuhi kriteria, mobilisasi dini memungkinkan pasien mulai belajar berjalan dalam 24 jam setelah operasi, meski waktu pemulihan tiap orang berbeda. Untuk kerusakan yang hanya mengenai satu bagian lutut, dokter juga dapat mempertimbangkan penggantian sebagian sendi.
Dr. Andre menambahkan bahwa teknologi tidak meniadakan risiko. Komplikasi seperti infeksi atau masalah implan tetap mungkin terjadi, sehingga rehabilitasi, pemantauan berkala, dan menahan diri dari aktivitas berat terlalu cepat tetap penting.






