Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

| Baca Juga: PCOS Resmi Berganti Nama Jadi PMOS, Begini Penjelasan Dokter Kandungan

Dampak osteoarthritis dirasakan langsung oleh Tini, yang menjalani operasi penggantian kedua sendi lututnya dengan bantuan teknologi robotik pada 15 April 2026. Selama dua hingga tiga tahun ia mengalami nyeri, terutama setelah berjalan lama atau duduk lama di mobil dan pesawat.

Pemeriksaan menunjukkan kedua lututnya sudah mencapai derajat empat. Setelah berdiskusi dengan keluarga dan memahami pilihan yang ada, ia memutuskan menjalani operasi.

“Alhamdulillah, setelah operasi saya sudah bisa mencoba jalan pagi lagi. Saya juga bisa berjalan dan bermain kembali dengan cucu. Itu yang membuat saya bahagia,” katanya.

Pengalaman Tini tentu tidak bisa dijadikan patokan bahwa semua pasien akan pulih dengan kecepatan yang sama. Ia berpesan agar nyeri lutut tidak dibiarkan berlarut-larut.

| Baca Juga: Gigi Putih Belum Tentu Tanda Rongga Mulut Sehat, Ini Penjelasan Dokter Gigi

“Begitu mulai terasa sakit, sebaiknya segera periksa ke dokter. Belum tentu harus dioperasi,” ujarnya.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan lutut tidak berarti berhenti bergerak seiring bertambahnya usia. Dengan memahami kondisi tubuh, memilih aktivitas yang tepat, menjaga berat badan, dan memeriksakan diri sejak dini, seseorang punya peluang lebih baik untuk mempertahankan mobilitasnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: