Raih Rating Tinggi, Drakor 'Doctor X' Tuai Kontroversi soal Keakuratan Adegan Medis
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Drama Korea 'Doctor X: Mafia in White' sukses mencatatkan rating tinggi sejak penayangan perdana pada 9 Oktober 2026. Namun, di tengah kepopulerannya, tayangan tersebut memicu kontroversi soal keakuratan adegan medis.
Menurut data Nielsen Korea, episode pertama drakor yang dibintangi aktris Kim Ji Won itu mencatatkan rating 11,4 persen, menjadikannya miniseri dengan rating debut tertinggi sepanjang 2026. Rating episode dua melejit mencapai 14,9 persen.
Sebagai informasi, drama dianggap sukses jika ratingnya di atas 5 persen untuk stasiun TV nasional (MBC, SBS, KBS). Melampaui 10 persen termasuk sukses besar. Di atas 20 dianggap sebagai tayangan fenomenal.
Standar rating sedikit lebih rendah untuk TV kabel (tvN, JTBC, ENA). Tayangan dianggap sukses jika mampu melebihi rating 3 persen. Sukses besar jika mencapai 7 persen.
| Baca Juga: Lepas Aura CEO 'Queen of Tears', Kim Ji Won Jadi Ahli Bedah Jenius di 'Doctor X'
Drama 'Doctor X: Mafia in White' yang tayang di SBS termasuk sukses besar. Aktris Kim Ji Won secara khusus disorot karena dramanya yang sebelumnya, 'Queen of Tears' (2024), juga mencatatkan rating mengesankan hingga melampaui angka 20 persen.
Sayangnya, kepopuleran 'Doctor X: Mafia in White' dibayangi kontroversi soal sejumlah adegan medis yang dinilai tidak realistis.
Kontroversi Adegan Medis
Mengutip Tenasia, Senin (12/10/2026), sejumlah netizen yang mengaku memiliki latar belakang keahlian di bidang kesehatan menyoroti beberapa adegan yang dinilai kurang masuk akal dan tidak sesuai prosedur di dunia nyata
Salah satunya adegan penanganan inguinal hernia reduction yang muncul dalam pembukaan episode 1. Meski sudah teratasi, pasien tetap dirujuk menggunakan ambulans untuk operasi darurat.
| Baca Juga: Bukan Season 5, Netflix Umumkan Prekuel ‘Bridgerton’ Tentang Kisah Muda Violet dan Edmund
Prosedur anestesi terhadap pasien dengan tekanan darah tidak terdeteksi dianggap tidak sesuai standar medis. Adegan penggunaan defibrilator 300 Joules pada pasien yang mengalami henti jantung juga memicu perdebatan.
Konsultan Medis Buka Suara
Tim produksi 'Doctor X: Mafia in White' tidak memasukkan adegan medis secara sembarangan. Mereka melibatkan dokter spesialis kedokteran darurat sekaligus penulis, Profesor Namgoong In, sebagai konsultan medis.
Menanggapi kontroversi mengenai drama tersebut, Profesor Namgoong memberikan penjelasan jujur dengan sentuhan humor.
Ia menjelaskan bahwa dalam merekam sebuah adegan, ada perdebatan antara keakuratan fakta medis dengan kebutuhan dramatisasi untuk keperluan visual sinematik.
| Baca Juga: Malang World Cinema digelar November, Film Peraih Penghargaan Dunia Hadir di Indonesia
Jika terdapat adegan yang kurang sesuai fakta, Profesor Namgoong meminta penonton untuk menganggap bahwa dirinya kalah dalam perdebatan.
"Benar, saya adalah penasihat medis yang bertugas di lokasi. Jika ada bagian yang keliru secara medis, anggap saja itu adalah hasil perdebatan antara penasihat dengan tim produksi, dan penasihatnya yang kalah dalam perdebatan tersebut," tulisnya di Threads, Sabtu (10/10/2026).
Di sisi lain, tim produksi telah menegaskan bahwa 'Doctor X: Mafia in White' merupakan karya fiksi. Ada beberapa adegan yang memang sengaja dibuat lebih dramatis dari praktik medis nyata di lapangan.
Sinopsis 'Doctor X: Mafia in White'
Diadaptasi dari seri drama Jepang 'Doctor-X: Surgeon Michiko Daimon', drama versi Korea bercerita tentang Gye Su Jeong (Kim Ji Won), seorang dokter jenius yang berani menantang hierarki di dunia medis.
Drama itu tayang setiap hari Jumat dan Sabtu di stasiun TV SBS dan Netflix. (*)







