Dapat Dukungan Suami, Ini Alasan Sheila Marcia Jalani Operasi Payudara
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Sheila Marcia menganggap penerimaan pasangan sebagai hal penting ketika seorang perempuan mengalami perubahan tubuh setelah hamil dan melahirkan. Ia sendiri pernah merasa kurang percaya diri dengan penampilannya setelah memiliki lima anak hingga akhirnya memutuskan menjalani operasi payudara.
Bagi Sheila, keputusan merawat atau mengubah penampilan merupakan pilihan pribadi. Setiap perempuan memiliki pengalaman dan kebutuhan berbeda sehingga tidak seharusnya merasa harus mengikuti standar kecantikan tertentu.
“Aku nggak bisa ngomong secara general karena pasti setiap orang menghadapi hal yang berbeda-beda. Tapi you are not alone, masih banyak ibu-ibu di luar sana bahkan aku pun juga pernah merasakan yang nggak pedelah apa segala macam,” kata Sheila saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.
Ia menilai perempuan yang ingin melakukan prosedur estetika boleh saja menjalani keinginannya selama memiliki kemampuan dan sudah mempertimbangkan keputusan tersebut. Sebaliknya, perempuan yang memilih tidak melakukan tindakan apa pun juga tidak perlu merasa kurang.
| Baca Juga: Impian Sejak Lama, Dara ‘The Virgin’ Jalani Operasi Implan Payudara
“Kalau misalnya memang bisa dan mampu mau enhance gitu ya penampilan, kalau menurut aku sih just do it. Tapi kalau misalnya memang nggak gitu, nggak apa-apa juga,” ujarnya.
Pengalaman setelah memiliki lima anak membuat Sheila memahami bahwa perubahan fisik merupakan bagian dari proses yang dialami seorang ibu. Karena itu, ia berharap para suami bisa menerima kondisi tubuh istri setelah melewati kehamilan dan persalinan.
“Suaminya sekarang kalau menurut aku juga harus bisa menerima karena tubuh wanita itu satu hormonnya bergejolak, kedua tanpa itu kita juga nggak bisa menghasilkan anak kan. Jadi kalau memang sudah melahirkan anak dari suami tersebut ya suaminya juga harus bisa menerima istrinya apa adanya gitu, harus,” kata Sheila.
Menurut Sheila, dukungan pasangan dibutuhkan agar suami dan istri dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan saling memahami. Ia mengingatkan bahwa kedua pihak memiliki kekurangan sehingga tidak seharusnya hanya satu orang yang dituntut untuk selalu sempurna.
| Baca Juga: 70 Persen Kasus Kanker Payudara Ditemukan Saat Stadium Lanjut, Pentingnya Kenali Tubuh Sejak Muda
“Sangat penting. Jadi memang ya namanya kalau pernikahan kan dua jadi satu, nggak bisa sendiri-sendiri lagi gitu. Jadi memang harus saling support, nggak bisa nggak. Dan suaminya, memang suaminya perfect? Nggak juga. Istri juga nggak perfect, suami juga nggak perfect,” tuturnya.
Ia kemudian menyampaikan pandangannya tentang makna pernikahan yang menurutnya bukan semata-mata untuk mencari kebahagiaan bagi diri sendiri.
1 2







