Jaja Mihardja Ogah Patenkan Jargon 'Apaan Tuh?', Ini Alasannya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Jargon "Apaan Tuh?" melekat erat dengan Jaja Mihardja. Namun, alih-alih ingin membatasi orang lain menggunakan celetukan tersebut, aktor berusia 81 tahun itu justru mempersilakan siapa saja menirunya.
Baginya, jargon yang sudah menjadi ciri khas itu tidak perlu diklaim secara berlebihan.
"Ngapain (dipatenkan)? Jangan. Biarkan orang (lain) pakai. Mending jangan ngakuin," ujar Jaja saat ditemui awak media di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10/2026) lalu.
Awal Mula ‘Apaan Tuh?’ hingga Identik dengan Jaja Mihardja
Ucapan tersebut dikenal luas sejak Jaja memandu acara 'Kuis Dangdut' pada era 1990-an. Gaya khasnya bukan sekadar melontarkan pertanyaan, melainkan juga disertai ekspresi menutup sebelah mata.
| Baca Juga: Meski Pakai Kursi Roda, Jaja Mihardja Tak Berhenti Beraktivitas di Usia 81
"Kalau 'apaan tuh' pasti matanya sebelah," kata Jaja sambil memperagakan gestur yang sudah melekat dengan penampilannya.
Di balik popularitasnya, gaya itu sempat menuai protes dari rekan sesama artis. Mereka mempertanyakan alasan Jaja menggunakan cara yang berbeda saat membawakan acara.
Namun, ia tetap mempertahankan ciri khasnya, termasuk ketika mengantar acara menuju jeda iklan.
Celetukan yang sempat dipersoalkan itu akhirnya menjadi salah satu identitas Jaja yang mudah dikenali lintas generasi.
| Baca Juga: Haji Bolot Pulang dari Rumah Sakit, Langsung Cari Kopi dan Kumpul Bareng Cucu
Disebut Legenda, Jaja Mihardja Justru Merasa Punya Beban
Meski masih mendapat tempat di hati penonton, Jaja mengaku sebutan maestro dan legenda bukan sesuatu yang ringan untuk disandang.
Baginya, pengakuan tersebut juga membawa tanggung jawab untuk menjaga sikap dan rekam jejak selama berkarya.
1 2







