Imam Darto Pelajari Langsung Budaya Tionghoa demi Akurasi Film 'Hungry Ghost Festival'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Sutradara Imam Darto menghadirkan proses produksi yang tidak biasa dalam film horor komedi Hungry Ghost Festival. Demi menghadirkan penggambaran tradisi Tionghoa yang autentik, tim produksi membangun patung Tai Se Ja setinggi sekitar 8 meter dan membakarnya secara nyata saat proses syuting.
Keputusan tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam produksi film yang terinspirasi dari berbagai kepercayaan dan pantangan seputar Hungry Ghost Festival atau Festival Hantu Lapar.
Imam Darto mengungkapkan, proses tersebut merupakan bagian dari upayanya menghadirkan pengalaman yang lebih autentik bagi penonton.
“Anti-AI, itu benar-benar riil kita bikin delapan meter. Terus kita bakar beneran,” ujar Imam Darto saat ditemui di Mal Kota Kasablanka, Senin (12/10/2026).
| Baca Juga: Endy Arfian Langgar Pantangan di 'Hungry Ghost Festival', Ungkap Ketakutan Saat Syuting
Imam Darto mengaku proses produksi Hungry Ghost Festival menghadirkan tantangan tersendiri. Salah satu hal yang membuatnya harus bekerja ekstra adalah keputusan membangun patung berukuran besar yang berkaitan dengan tradisi masyarakat setempat.
Imam Darto sempat menjelaskan bahwa kebudayaan di Bangka menjadi salah satu referensi tim produksi dalam menghadirkan tradisi tersebut ke layar lebar.
Imam Darto kemudian menjelaskan bahwa di Bangka terdapat tradisi pembuatan patung yang menjadi bagian dari kebudayaan setempat. Patung Tai Se Ja yang dihadirkan dalam film tersebut merepresentasikan sosok penjaga gerbang akhirat berdasarkan hasil riset budaya yang dilakukan tim produksi.
Tantangan tidak berhenti setelah patung selesai dibuat. Tim produksi juga harus membakar patung tersebut secara langsung untuk mendapatkan adegan yang sesuai dengan kebutuhan cerita.
| Baca Juga: Mawar de Jongh Ngaku Termasuk 'People Pleaser', Sering Susah Bilang Enggak
Proses pembakaran itu menjadi pengalaman tersendiri bagi Imam Darto dan tim. Material bambu yang digunakan dalam konstruksi patung menimbulkan suara letupan ketika terkena api, sehingga situasi di lokasi syuting sempat terasa menegangkan.
Tim produksi harus memastikan proses pembakaran berlangsung secara terkendali. Kehati-hatian diperlukan karena lokasi pembakaran berada di dekat kelenteng dan sebuah sekolah di Semarang, Jawa Tengah.
Riset Budaya Lintas Negara dan Gandeng Konsultan Khusus
Imam Darto menegaskan bahwa latar cerita film ini digarap melalui proses riset yang panjang dan terstruktur, bukan sekadar imajinasi fiktif.
Tim produksi menelusuri langsung penerapan tradisi Hungry Ghost Festival di sejumlah daerah pusat kebudayaan Tionghoa di Indonesia, seperti Bangka, Singkawang, dan Medan.
Riset tersebut kemudian dikomparasikan dengan praktik ritual serupa di negara-negara tetangga, mulai dari Singapura, Hong Kong, hingga Malaysia.
Mengingat adanya variasi adat dan perbedaan tata cara di masing-masing wilayah, tim produksi bekerja keras menarik benang merah yang relevan untuk dituangkan ke dalam alur cerita.
Guna menjaga akurasi serta pertanggungjawaban kultural, Imam Darto turut menggandeng konsultan budaya Tionghoa, Calvin, untuk mengawal penggambaran tradisi dan pantangan-pantangan yang diangkat ke layar lebar.
Pesan Moral di Balik Film
Bagi Imam Darto, ritual Hungry Ghost Festival menyimpan filosofi mendalam yang melampaui seremoni mistis. Festival tersebut merupakan momentum spiritual ketika arwah para leluhur dipercaya kembali ke dunia, di mana keluarga yang masih hidup menyajikan persembahan sebagai tanda bakti, penghormatan, dan pengingat.
| Baca Juga: Cerita Benidictus Siregar Perankan Ale, Karakter Utama di 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati'
“Jangankan sama yang masih hidup, yang sudah mati saja kita enggak boleh lupa. Apalagi sama leluhur kita, dan terlebih lagi sama orang-orang yang masih hidup,” jelas Imam Darto.
Meskipun dikemas dalam balutan horor dan komedi, sang sutradara mengaku menaruh perhatian besar pada kekuatan drama di dalam film ini.
Unsur emosional tersebut dirancang untuk mengajak penonton merefleksikan hubungan keluarga serta pentingnya menghargai orang-orang terdekat selagi masih ada.
Film Hungry Ghost Festival produksi MVP Pictures ini turut dibintangi oleh deretan aktor dan komika tanah air, antara lain Fajar Nugra, Endy Arfian, dan Aci Resti. Ceritanya berakar kuat pada ragam pantangan, mitos, dan dinamika spiritual seputar perayaan Festival Hantu Lapar. (*)







