Indah Nada Puspita: Merangkai Cerita, Seni, dan Emosi dalam Balutan Modest Fashion
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Setiap rancangan busana memiliki cerita tersendiri, mulai dari perjalanan, ketertarikan pada seni, pengalaman personal, hingga emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Bagi Indah Nada Puspita, seluruh elemen itu dapat dirangkai menjadi sesuatu yang lebih nyata melalui fashion.
Lahir di Medan pada 18 Juni 1993, perjalanan kreatif Indah dimulai jauh sebelum ia mendirikan jenama modest fashion pada 2015. Sejak 2009, ia membagikan pandangannya tentang fashion, seni, dan kehidupan sehari-hari melalui blog pribadi, sembari mengembangkan ketertarikannya pada musik, termasuk bernyanyi.
Kini, berbagai minat itu bertemu dalam perannya sebagai pendiri sekaligus Creative Director Nada Puspita.
“Sebelumnya, teman-teman mungkin mengenal aku sebagai blogger, terus juga suka nyanyi. Lalu, sekarang mungkin ada yang bertanya, bagaimana aku bisa menjadi Creative Director? Menurut aku, semua itu berkembang seiring perjalanan,” ujar Indah saat bincang-bincang tentang Nada Puspita & Hongkong Tourism Board: Intertwined From Hongkong With Love di Episode Hotel Gading Serpong, Tangerang beberapa waktu lalu.
| Baca Juga: Gaya Syahrini di Podcast Raditya Dika, Pakai Perhiasan Tembus Rp34 Miliar!
Baginya, peran Creative Director menjadi platform untuk menyalurkan ide, mulai dari desain, ide kampanye, musik, hingga perjalanan, dalam satu ruang kreatif. Karena itu, setiap koleksi memiliki cerita yang kemudian diterjemahkan ke dalam motif, siluet, dan detail busana.
Seiring perjalanan itu, pemahamannya tentang modest fashion pun terus berkembang. Ia menilai busana yang mengedepankan kesopanan bukanlah batasan untuk berekspresi, melainkan ruang untuk menghadirkan sesuatu yang bermakna, elegan, dan berkarakter.
Filosofi beauty in modesty yang diusungnya memadukan keanggunan klasik, motif artistik, warna lembut, dan sentuhan modern, dengan karakter feminin seperti lengan puff, motif floral, dan aksen renda yang menjadi bagian dari DNA desainnya.
Pendekatan itu terlihat dalam koleksi bertema Intertwined, yang mengusung gagasan tentang sesuatu yang saling terhubung. Motif monogram menjadi elemen visual utama dan dirancang berinteraksi dengan detail busana, dari potongan kain hingga aksen lengan dan renda.
| Baca Juga: Habis Olahraga Lanjut Ngopi atau Kerja? Ini Cara Memilih Activewear yang Nyaman dan Tetap Stylish
Palet warnanya mencakup cokelat, merah muda, biru denim, dan hitam, dipadu lipit, renda bermotif monogram, serta bordir yang memberi tekstur tanpa mendominasi. Menurut Indah, kekuatan sebuah busana tidak selalu terletak pada banyaknya ornamen, melainkan pada detail yang ditempatkan secara tepat.
Koleksi ini juga menghadirkan variasi gaun, atasan, rok, hingga potongan pendek. Indah mencontohkan atasan berpotongan crop sebagai alternatif bagi perempuan bertubuh petite, karena panjangnya membantu menciptakan proporsi yang lebih sesuai.
Ia juga ingin terus mengembangkan satu model sederhana yang mudah dikenakan sehari-hari, tetapi tetap feminin, sebagai gaya klasik Nada Puspita.
Fleksibilitas menjadi pertimbangan lain. Sebuah gaun bisa dipadukan dengan sepatu datar dan syal sederhana untuk keseharian, lalu cukup diganti heels untuk acara yang lebih formal.

Indah juga menghadirkan multi-way satin scarf yang dapat ditata dalam berbagai cara, serta hijab bermotif yang garis halusnya terlihat lebih dominan saat dikenakan sehingga tampilannya tidak terlalu ramai.
“Jadi, satu busana bisa digunakan untuk berbagai kesempatan,” jelasnya.
Sejumlah gaun dalam koleksi ini bahkan dinilai cukup nyaman untuk perjalanan. Indah sendiri pernah mengenakan salah satu modelnya saat berangkat umrah.
Ke depan, koleksi bertema baru direncanakan hadir setiap bulan. Indah juga berencana menggelar peragaan busana internasional menjelang akhir 2026, meski negara tujuan dan detail penyelenggaraannya belum dapat ia sampaikan.
| Baca Juga: Pesona Sabrina Chairunnisa, Tampil Berhijab di Runway New York Fashion Week 2026
Bagi Indah, modest fashion bukan semata soal menutup tubuh atau mengikuti tren. Lebih dari itu, busana menjadi cara bagi perempuan untuk mengenali selera, membangun kepercayaan diri, dan menunjukkan karakter tanpa mengorbankan kenyamanan. Dari blog pribadi pada 2009 hingga perannya kini sebagai pendiri dan Creative Director, setiap koleksi menjadi kesempatan merangkai inspirasi sekaligus membuka ruang bagi cerita berikutnya. (*)







