Dari Mesin Arcade ke Layar Lebar, Film 'Street Fighter' Bangkitkan Nostalgia Pertarungan Legendaris
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleSebaliknya, pertemuannya dengan Noah Centineo justru membuat Koji merasa bahwa rekannya itu memiliki karakteristik yang sesuai dengan Ken Masters.
“Ketika bertemu dengan Noah, aku bisa melihat Ken di dalam dirinya. Dia punya karisma dan energi yang memang terasa sangat Ken. Sementara, aku sempat meragukan diriku sendiri untuk memainkan karakter ikonis seperti Ryu yang dicintai banyak orang,” kata Koji.
Keraguan itu mendorongnya untuk menggali karakter Ryu lebih dalam. Alih-alih hanya meniru gerakan dan penampilan yang dikenal melalui permainan, Koji berusaha memahami sisi personal serta konflik yang dihadapi tokoh tersebut.
“Namun, aku berusaha memahami setiap sisi dirinya, termasuk konflik yang ia hadapi, dan mencari cara untuk membuatnya terasa lebih hidup,” ujarnya.
Ragam Disiplin Bela Diri
Untuk menerjemahkan gerakan ikonis dalam permainan ke dalam aksi langsung, tim pemeran pengganti atau stunt memadukan beragam disiplin bela diri. Teknik yang digunakan mencakup Shotokan, Goju-Ryu, Judo, Wushu, dan Tai Chi, hingga Kung Fu.
Perpaduan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan koreografi pertarungan yang dinamis tanpa menghilangkan identitas gerakan masing-masing karakter. Sebab, bagi penggemar Street Fighter, gaya bertarung bukan sekadar rangkaian gerakan, melainkan bagian dari ciri khas yang membedakan satu petarung dari petarung lainnya.
Namun, mewujudkan pertarungan yang meyakinkan membutuhkan persiapan fisik yang tidak sedikit. Para pemeran harus menguasai gerakan, membangun koordinasi, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan koreografi aksi.
| Baca Juga: Imam Darto Pelajari Langsung Budaya Tionghoa demi Akurasi Film 'Hungry Ghost Festival'
Callina Liang, pemeran Chun-Li, menjalani latihan intensif lima hingga enam hari dalam seminggu. Persiapan tersebut dilakukan untuk membantunya menguasai gerakan khas Chun-Li, karakter yang dikenal dengan tendangan cepat dan kuat.
Latihan intensif itu menjadi bagian dari upaya Liang menghadirkan sosok Chun-Li yang tetap setia pada karakter aslinya, sekaligus terlihat meyakinkan ketika beraksi dalam format film laga langsung. Dengan demikian, tantangan adaptasi tidak hanya terletak pada penampilan karakter, tetapi juga pada kemampuan para pemeran menerjemahkan gerakan yang selama ini dikenal melalui animasi menjadi aksi fisik di hadapan kamera.







