Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Dunia kecantikan tanah air kehilangan Martha Tilaar (89), sosok entrepreneur dan pengusaha yang telah menghasilkan karya-karya terbaik dalam perkembangan industri yang berlandaskan nilai warisan dan budaya Indonesia.

Sejak hari Rabu (14/10) hingga Kamis (15/10/2026), mendiang Martha Tilaar disemayamkan di rumah duka di Jalan Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Di sepanjang lingkungan yang dulunya juga kediaman mendiang Presiden B.J. Habibie itu, deretan karangan bunga sebagai bentuk ucapan duka untuk Martha Tilaar berjajar rapi.

Antrean para kolega dan masyarakat yang datang ke rumah duka juga mengalir sejak pagi. Mereka bermaksud memberikan penghormatan terakhir kepada sosok pelopor industri kecantikan Indonesia tersebut.

“Ibu telah meninggalkan warisan, karya yang besar untuk Indonesia. Dia adalah sosok entrepreneur, memberikan banyak inspirasi, dedikasi, dan kontribusi bagi dunia kecantikan Indonesia,” ucap Bryan David Emil Tilaar, putra sulung pasangan Martha Tilaar dan Prof. Dr. Henry Alexis Rudolf Tilaar tersebut.

Para pelayat yang hadir memberikan penghormatan untuk Martha Tilaar. Foto: Reza Wibisono

Bagi keluarga, mereka kehilangan sosok ibu yang inspiratif, bukan saja bagi anak-anak, tetapi juga bagi perempuan Indonesia.

Bryan menceritakan banyak kenangan indah bersama ibunya. Meski sibuk dengan karier dan menekuni bisnis, ibunya membesarkan mereka dengan penuh kasih sayang.

“Kami sangat kehilangan,” ucap Bryan. “Ibu itu sosok yang luar biasa. Kenangan terindah bersama dia, perhatiannya besar pada anak-anaknya, semua luar biasa. Tentunya kan ada kekurangan, ada kelebihan buat kami,” kata Bryan.

Menurut Bryan, ibu dan ayahnya adalah pribadi yang hangat dan berorientasi pada keluarga. Bryan menyebut hubungan keduanya bukan hanya suami istri, tetapi juga sahabat yang begitu dekat.

| Baca Juga: Martha Tilaar Wafat di Usia 89 Tahun, Putra Sulung Ungkap Penyebabnya

“Begitu juga dengan almarhum ayah saya dengan almarhumah ibu, itu kan bestie. Dan mereka membangun rumah tangga itu luar biasa, sampai bisa merayakan ulang tahun pernikahan lewat 50 tahun. Mungkin 55 atau 57 tahun, jadi bestie banget,” ungkap Bryan.

Sang Ayah yang juga tokoh pendidikan Indonesia itu meninggal pada 30 Oktober 2019 dalam usia 87 tahun. Bryan mengatakan, ada kesamaan bulan ibu dan ayahnya meninggal dunia.

“Mereka benar-benar bestie nih. Ayah wafat 7 tahun lalu di bulan Oktober, ibu juga bulan Oktober, hanya berbeda tanggal,” ujarnya.

1 2 3

Tags: