Martha Tilaar Wafat, Bryan Tilaar Kenang Ibu Menjadi Sosok Bestie Buat Sang Ayah
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleSatu Tahun Lebih Berjuang Melawan Sakit
Diungkap Bryan, ibunya meninggal setelah satu setengah tahun berjuang melawan sakit.

Martha Tilaar sempat menjalani perawatan selama sembilan malam di rumah sakit. Di akhir hayatnya, ia meminta dibawa pulang dan dirawat di rumah. Anak-anak menolak permintaan tersebut karena ingin memberikan perawatan maksimal kepada sang Ibu.
Selain meminta pulang, ia meminta semua peralatan medis yang dipasang di tangan sebaiknya dilepas. Menurut Bryan, hanya ada selang infus yang terpasang di tangan ibunya.
“Memang ibu sering minta pulang, mungkin dia sudah nggak nyaman dengan alat medis di tubuhnya. Minta dicopot. Terus beberapa kali ibu bilang ‘mau bertemu dengan bapak’, mungkin dia kangen,” jelas Bryan.
Bryan menjelaskan, pada saat terakhir bersama ibunya, meski dalam kondisi sakit, Martha Tilaar selalu mengingatkan anak-anak untuk menjaga kesehatan. “Kebetulan (ketika) saya flu dan batuk. Ibu pesan, jaga kesehatan,” kenang Bryan.
| Baca Juga: In Memoriam Martha Tilaar, Menilik Jejak dan Warisan Sang Maestro Kosmetik Indonesia
Kesehatan ibu dari empat anak, yaitu Bryan David Emil Tilaar, Pingkan Engelien Tilaar, Wulan Tilaar, dan Dr. Kilala Tilaar, sebelumnya sempat baik. Kabar itu menjadi kebahagiaan bagi keluarga.
Namun, pada 14 Oktober 2026 Martha dinyatakan meninggal dunia. “Rabu pagi ibu sudah nggak bangun. Ia meninggal saat tidur,” kata Bryan.
Martha Tilaar juga meninggalkan sembilan cucu: Zefanya Armania, Kaisarea Mareliz Sudjarwo, Alrismany Abigail Sudjarwo, Natanael Alexis Tilaarputra Warisman, Anjani Anatolia Widarto, Atira Aurelia Widarto, Sophia Eleanor Tilaar, Olivia Teresa Tilaar, dan Henry David Alexander Tilaar. Bagi keluarga, beliau tidak hanya menjadi sosok ibu dan nenek, tetapi juga sumber inspirasi melalui ketekunan, keberanian, dan nilai-nilai kehidupan yang diwariskannya.
Di kiprahnya sebagai pengusaha, Martha Tilaar dikenal atas kepeduliannya terhadap pelestarian budaya, pengembangan pengetahuan herbal Indonesia, pendidikan, serta pemberdayaan perempuan.

Melalui karya tulis dan berbagai kegiatan yang dijalaninya, beliau berupaya mewariskan pengetahuan dan menginspirasi generasi penerus, khususnya perempuan Indonesia, untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi bangsa.







