Setahun Menghilang, Aron Ashab Ngaku Diculik dan Disiksa di Penjara
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleAron Ashab Berhasil Kabur
Unggahan tersebut dibuat oleh Aron setelah ia berhasil kabur dengan cara berpura-pura akrab dengan para preman. Namun, ia belum membeberkan detail kronologinya.
Yang jelas, ia sampai ke Jakarta setelah menumpang bis antar kota, mengendarai sepeda motor dari satu tempat ke tempat lain, serta dibantu oleh warga yang berbaik hati memberikannya tumpangan mobil.
| Baca Juga: Hamdan Tour Tak Lagi Gandeng Ruben Onsu, Singgung Sikap hingga Kehidupan Pribadi
Diduga Bukan Penjara, Tapi Pondok Pesantren
Muncul dugaan bahwa Aron sebenarnya tidak ditahan di penjara dalam arti tempat narapidana menjalani hukuman, melainkan dimasukkan di pondok pesantren.
Dugaan itu mencuat setelah Aron menanggapi komentar seorang netizen yang menuliskan, "silahkan kalau asumsinya seperti itu. Aron kemarin sempat mondok di pesantren (nama dirahasiakan) seharusnya Aron menjadi pribadi yang lebih baik. Doakan aja Aron hijrah jadi lebih baik ke depannya."
Membalas komentar tersebut, Aron mengaku sudah menduga para penculiknya akan berdalih dengan menunggang agama.

"Sebelum kabur gw udah persiapkan semua foto-foto bahkan video orang yang lagi di sel tikus ga pake baju. Dia udah lo masukin berapa lama itu gw ada bro. Pesantren ada sel tikus? Keren," balasnya.
| Baca Juga: Menangis hingga Berteriak, Adhisty Zara Curhat Perjuangan Menyusui
Aron juga mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya bersama beberapa pria tidur di ruangan yang sama. Ia menyebutnya sebagai 'penjara pribadi'.

Siapa Aron Ashab?
Aron adalah kreator konten, penyanyi, aktor, komedian, influencer dan mantan YouTuber yang mulai terkenal pada 2013. Namanya makin dikenal publik setelah membintangi sinetron 'Monyet Cantik 2'.
Sebelum menghebohkan publik lewat pengakuan diculik, pria keturunan Arab-Belanda itu sempat mengguncang jagat maya setelah mengaku menjadi korban kekerasan almarhum kakak kandungnya, Habibie Ashab, selama lebih dari 15 tahun. (*)







