Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Stephen Chow dikenal sebagai raja komedi Hong Kong yang sukses lewat film-film seperti 'Shaolin Soccer' dan 'Kung Fu Hustle'. Namun, di balik kesuksesannya di layar lebar, bisnis bioskop yang terhubung dengan perusahaan miliknya, Bingo Group, justru menghadapi kerugian berkepanjangan.

Pada Oktober 2026, perusahaan itu melepas seluruh kepemilikan bisnis bioskop di China Daratan dengan harga hanya 1 HKD atau sekitar Rp2.000.

Berdasarkan pengumuman Bingo Group pada Selasa (6/10/2026), perusahaan menjual seluruh saham Bingo Cinema Investment Company Limited kepada pembeli independen yang identitasnya tidak diungkapkan.

Transaksi tersebut menandai berakhirnya bisnis bioskop fisik grup itu di China Daratan. Harga 1 HKD memang terkesan tidak masuk akal untuk sebuah perusahaan.

| Baca Juga: Bantah Telantarkan Mantan Istri-Anak, Jet Li Tegaskan Pergi Tanpa Harta

Namun, angka tersebut merupakan nilai nominal transaksi pengalihan kepemilikan, bukan gambaran keseluruhan nilai aset bisnis yang dijual.

Menurut laporan keuangan yang dikutip dari berbagai sumber, bisnis bioskop tersebut membukukan pendapatan sekitar 2,25 juta HKD atau sekitar Rp5,14 miliar pada tahun fiskal 2026, tetapi mengalami kerugian operasional sekitar 1,2 juta HKD atau sekitar Rp2,74 miliar.

Hingga 31 Agustus 2026, perusahaan itu juga memiliki liabilitas bersih sekitar 8,6 juta HKD atau sekitar Rp19,65 miliar, tidak termasuk pinjaman antarperusahaan. Kondisi tersebut membuat bisnis bioskop semakin membebani kinerja grup.

Mengapa Dijual Cuma Rp2 Ribu?

Dalam pengumumannya, Bingo Group menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kinerja keuangan dan kondisi operasional bisnis.

| Baca Juga: Xiao Zhan Gelar Tur Konser Solo Perdana, 1 Juta Penggemar Siap Berebut Tiket

Pelepasan anak usaha ini diharapkan memperkuat arus kas serta likuiditas perusahaan, sekaligus memberi ruang untuk mengalihkan sumber daya ke peluang bisnis lain.

Menariknya, transaksi murah itu diperkirakan menghasilkan keuntungan akuntansi sekitar 5,4 juta HKD atau Rp12,33 miliar bagi pemegang saham Bingo Group, meskipun angka akhirnya masih menunggu konfirmasi audit.

1 2

Tags: