Aulia Sarah Jalani Peran Menantang di Film Pirunduk, Belajar Bahasa Banjar Hingga Syuting Basah
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleSalah satu tantangan yang paling membekas bagi Aulia adalah ketika harus memerankan Siti setelah meninggal. Untuk membangun kesan arwah yang mengerikan, rambut dan pakaiannya harus terus terlihat basah sepanjang pengambilan gambar.
“Ketika menjadi arwah Siti, malah dingin banget. Karena setiap take, aku harus dalam keadaan basah. Mau siang, mau malam, mau pagi, aku selalu dalam keadaan basah dan lepek,” tutur pemeran Sri Woro Hadisono dalam film Waktu Maghrib itu.
Situasi tersebut semakin menantang karena proses syuting berlangsung di Kalimantan Selatan yang memiliki cuaca panas. Aulia harus menghadapi kondisi tubuh yang basah di tengah suhu udara yang terik.
Rekan mainnya, Yoriko Angeline, bahkan menyebut Aulia kerap mengalami masuk angin selama proses produksi.
“Masuk angin tiap hari sih,” timpal Yoriko.
Selain menjaga penampilan agar sesuai dengan kebutuhan adegan, Aulia juga menjalani tata rias efek khusus untuk memperkuat perubahan visual Siti ketika berada dalam pengaruh ilmu pirunduk.
Bucek Depp, yang turut bermain dalam film tersebut, membenarkan bahwa riasan khusus digunakan untuk menggambarkan perubahan penampilan Siti ketika terkena pengaruh ilmu tersebut.
“Ada makeup. Jadi, kalau dia berubah menjadi Siti saat dalam pengaruh pirunduk itu, ada,” ujar Bucek.
| Baca Juga: Gandhi Fernando jadi Sutradara di Thailand, Series Debutnya Sukses Peringkat 1 iQIYI Shorts Global
Belajar Bahasa Banjar dan Mengemudikan Jukung
Tantangan Aulia tidak hanya berkaitan dengan pendalaman karakter dan riasan. Ia juga harus mempelajari bahasa Banjar serta beradaptasi dengan kehidupan masyarakat setempat agar dapat menghidupkan Siti sesuai latar cerita.







