Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

Yoshi mengakui kesadaran itu tidak datang begitu saja. Saat pertama merawat anak, ia sering merasa salah dan meragukan kemampuannya.

Namun, ia memilih mencari tahu dan belajar, bukan mundur dan menyerahkan semuanya kepada istri. Baginya, kemampuan mengasuh tidak selalu datang alami dan kesediaan terus belajar adalah bagian dari tanggung jawab ayah.

| Baca Juga: Pubertas Bikin Remaja Rentan Minder, Psikolog Ungkap Cara Orang Tua Dampingi Anak

Komunikasi menjadi dasar lain. Kesepakatan pembagian peran tidak bisa berlaku selamanya karena kebutuhan keluarga berubah seiring pertumbuhan anak dan kondisi pekerjaan. Karena itu, pasangan perlu menyampaikan kebutuhannya secara langsung dan tidak menganggapnya sebagai kritik.

“Jangan menganggap permintaan pasangan sebagai serangan. Dia hanya sedang menyampaikan apa yang dibutuhkan. Kita perlu memahami kebutuhannya, lalu menyampaikan apa yang kita butuhkan juga,” kata Yoshi.

Yoshi dan Sarah juga tidak membiarkan pengalaman masa kecil menentukan cara mereka membesarkan anak. Sejak awal mereka sepakat menjalani pengasuhan bersama dengan pola yang dirasa sesuai bagi keluarga sendiri.

Bagi Yoshi, tidak ada satu pembagian peran yang cocok untuk semua pasangan. Yang lebih penting adalah kesediaan saling menyesuaikan, mengambil inisiatif, dan berkomunikasi agar tidak ada yang merasa menghadapi semuanya sendirian. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: