Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Bagi aktor Yoshi Sudarso, menjadi ayah tidak berhenti pada mengganti popok atau menidurkan bayi. Ada tanggung jawab lain yang tak kalah penting, yakni memahami kebutuhan keluarga dan memastikan pasangan tidak menanggung beban pengasuhan sendirian.

Pandangan itu terbentuk dari pengalaman membesarkan tiga anak bersama istrinya, Sarah Garcia. Anak-anak mereka kini berusia lima tahun, tiga tahun, dan 11 bulan. Pada awalnya, keduanya berusaha membagi semua tugas secara seimbang.

Saat bayi pertama, Sylas, terbangun malam hari, misalnya, mereka sama-sama bangun dan mengerjakan tugas bergantian, sehingga tidak ada yang sempat beristirahat. “Kami merasa harus membagi semuanya 50:50. Ternyata, kalau begitu, kami berdua justru sama-sama kelelahan,” ujar Yoshi di sela kegiatan Mothercare Anniversary di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (15/10).

Setelah anak kedua, Zekariah, dan anak ketiga lahir, pasangan itu mengubah pendekatan. Mereka mengatur tanggung jawab sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing. Setelah Sarah menyusui bayi sekitar pukul 20.00, Yoshi mengambil alih dan tidur bersama bayi di luar kamar.

| Baca Juga: Stroller untuk Orang Tua Urban: Bukan Sekadar Ringkas, Ini yang Sering Terlupakan

Ia memberikan ASI perah saat bayi lapar tengah malam, lalu menyerahkannya kepada Sarah sekitar pukul 02.00 atau 03.00 agar menyusu langsung. Dengan cara itu, Sarah bisa tidur lebih lama di awal malam dan Yoshi di sisa malamnya.

“Sekarang kami baru menyadari bahwa tidak harus selalu 50:50. Kadang bisa 80:20, tergantung kebutuhannya,” kata Yoshi.

Fleksibilitas itu makin dibutuhkan sejak keluarga mereka kembali ke Indonesia pada 2024 dan mengurus tiga anak tanpa pengasuh. Pada hari tanpa jadwal syuting, Yoshi mengambil alih sebagian besar pekerjaan rumah dan pengasuhan. Ketika ia bekerja, Sarah yang lebih banyak menangani anak-anak.

Namun, Yoshi menegaskan fleksibel tidak berarti ayah boleh menyerahkan pengasuhan kepada ibu. Ia menyoroti kebiasaan sebagian ayah yang menunggu instruksi, mulai dari mengganti popok hingga menyiapkan keperluan anak sebelum bepergian.

| Baca Juga: Lima Tahun Jadi Survivor Kanker, Feby Febiola: Kesehatan Itu Mahal

“Sebagai ayah, jangan menunggu istri menyuruh kita melakukan sesuatu. Kalau popoknya harus diganti, ya ganti. Kalau anak mau diajak pergi, siapkan makanan dan barang-barangnya,” kata pemeran Koda dalam serial Power Rangers: Dino Charge itu.

Menurut Yoshi, ayah yang hanya bergerak setelah diminta membuat ibu tetap menanggung mental load, yaitu beban pikiran untuk mengingat jadwal anak, mengecek persediaan kebutuhan, dan merencanakan segala sesuatu. Ibu mungkin tidak mengerjakan semua tugas secara fisik, tetapi tetap harus memastikan semuanya berjalan.

Yoshi mengakui kesadaran itu tidak datang begitu saja. Saat pertama merawat anak, ia sering merasa salah dan meragukan kemampuannya.

Namun, ia memilih mencari tahu dan belajar, bukan mundur dan menyerahkan semuanya kepada istri. Baginya, kemampuan mengasuh tidak selalu datang alami dan kesediaan terus belajar adalah bagian dari tanggung jawab ayah.

| Baca Juga: Pubertas Bikin Remaja Rentan Minder, Psikolog Ungkap Cara Orang Tua Dampingi Anak

Komunikasi menjadi dasar lain. Kesepakatan pembagian peran tidak bisa berlaku selamanya karena kebutuhan keluarga berubah seiring pertumbuhan anak dan kondisi pekerjaan. Karena itu, pasangan perlu menyampaikan kebutuhannya secara langsung dan tidak menganggapnya sebagai kritik.

“Jangan menganggap permintaan pasangan sebagai serangan. Dia hanya sedang menyampaikan apa yang dibutuhkan. Kita perlu memahami kebutuhannya, lalu menyampaikan apa yang kita butuhkan juga,” kata Yoshi.

Yoshi dan Sarah juga tidak membiarkan pengalaman masa kecil menentukan cara mereka membesarkan anak. Sejak awal mereka sepakat menjalani pengasuhan bersama dengan pola yang dirasa sesuai bagi keluarga sendiri.

Bagi Yoshi, tidak ada satu pembagian peran yang cocok untuk semua pasangan. Yang lebih penting adalah kesediaan saling menyesuaikan, mengambil inisiatif, dan berkomunikasi agar tidak ada yang merasa menghadapi semuanya sendirian. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: