Bukan Diculik, Aron Ashab Dikirim ke Pesantren Karena Kecanduan Alkohol
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Pengakuan Aron Ashab diculik dan dimasukkan 'penjara' kini berujung pada konflik keluarga. Menurut keterangan kakaknya, Gamyla Ashab, pria itu dikirim ke pesantren untuk menjalani rehabilitasi akibat kecanduan alkohol.
Sebelumnya, Aron mengaku ia diculik oleh preman yang dibayar oleh seseorang. Ternyata, seseorang tersebut adalah ibu kandungnya sendiri yang saat ini mengidap stroke.
Gamyla menyebut tidak ada tindak penculikan. Adiknya dimasukkan ke pondok pesantren yang biasa menangani anak bermasalah melalui prosedur resmi dan atas permintaan keluarga.
"Dia direhab karena alkoholik dan ada masalah menyimpang dan gak terkontrol kalo mabok. Kita udah capek lahir batin," ungkap Gamyla dalam unggahan Instagram-nya, Minggu (18/10/2026).
| Baca Juga: Aron Ashab Cerita Disiksa di Pondok Pesantren, Siap Tempuh Jalur Hukum
Sulung dari empat bersaudara itu membeberkan Aron Ashab sering kali mabuk-mabukan di rumah hingga petugas keamanan kompleks ikut turun tangan.
Bahkan, almarhum ayah mereka sudah beberapa kali memasukkan pria berusia 33 tahun itu ke penjara dengan harapan sang anak menyadari kesalahannya dan berubah.
Namun, kata Gamyla, adiknya tidak menunjukkan perubahan apa pun. Meski telah dibawa berobat ke psikiater dan diberi obat penenang pun, perilakunya tidak berubah.
Mirisnya lagi, Aron justru menaikturunkan sendiri dosis obatnya dan tetap mengonsumsi alkohol. Padahal, keduanya tidak boleh dikonsumsi bersamaan.
| Baca Juga: Tak Lanjutkan Laporan Polisi, Berlliana Lovell Pilih Memaafkan Pelaku Pelecehan Verbal
"Dia dikasih obat pake resep dokter, dia naik-naikin atur-atur sendiri dosisnya. Obat penenang plus alkohol sama dengan jadi monster. Lebih bahaya dari drugs dan itu setiap hari. Kebayang stresnya kita serumah sama dia?," beber Gamyla.
Gamyla juga menyebut adiknya sebagai 'King of Drama' karena sering membuat drama untuk menarik perhatian publik, termasuk tuduhan penculikan terbaru ini.
Bukan cuma itu, Aron juga disebut mendoakan ibundanya cepat meninggal agar segera mendapat warisan. Saat ayahnya wafat, ia juga dikatakan tidak menunjukkan raut wajah kesedihan.
Sebagai anak tertua, Gamyla Ashab menyatakan bahwa ia akan menjadi tameng keluarganya. Ia berencana untuk membongkar keburukan Aron ke media jika adiknya itu bertingkah lagi.
| Baca Juga: Suarakan Karhutla Kalimantan, Tasya Farasya hingga Andien Mengaku Terkena Shadowban
Meski demikian, ia berharap adiknya bisa bertaubat dan berbenah diri.
"Saya masih sayang sama dia dan masih berharap dia bisa tobat tanpa drama. Tapi kalau dia bertingkah, saya dan keluarga akan undang teman-teman media akan kami beberkan semua," ancamnya.
Gamyla juga menegaskan bahwa keluarganya berniat untuk mengakhiri drama yang dibuat Aron Ashab yang disebut telah berlangsung sejak 2010.
Selama ini, mereka memilih diam demi menjaga nama baik almarhum sang ayah yang dikenal sebagai dokter anak ternama di Jakarta.
| Baca Juga: Tanggapi Isu Atta Halilintar Selingkuh, Ashanty: Nggak Perlu Jadi Masalah Besar
Aron Ashab Tempuh Langkah Hukum
Di sisi lain, Aron tetap kukuh dengan pengakuannya diculik dan dipenjara. Ia juga menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk melawan 'para penculik'.
Pria itu telah menunjuk Sunan Kalijaga sebagai kuasa hukumnya. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai rencana mereka membuat laporan resmi ke polisi. (*)







