Kasus Nyata Mirip Drakor 'Doctor X', Dokter Ukir Inisial Nama di Hati Pasien
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Episode 4 drama Korea 'Doctor X: Mafia in White' yang tayang pada Sabtu (17/10/2026) berakhir dengan adegan menegangkan. Dokter Gye Su Jeong (diperankan Kim Ji Won) menemukan ukiran inisial D.N pada organ hati pasien yang tengah dioperasinya.
Inisial tersebut merujuk pada karakter baru yang muncul di episode sebelumnya, yaitu dokter bedah bernama Na Dae Il yang dimainkan oleh aktor Jang Seung Jo.
Dikisahkan bahwa pasien yang dioperasi oleh Gye Su Jeong adalah seorang karyawan farmasi bernama Kwon Chung Hyun. Dulunya, ia pernah dioperasi oleh Na Dae Il semasa menjalani wajib militer.
Alasan Na Dae Il mengukir inisial namanya pada organ hati pasien masih menjadi misteri. Namun, yang menarik, kasus serupa ternyata pernah terjadi di dunia nyata.
| Baca Juga: Adegan Medis Drakor 'Doctor X' Dikritik, Dokter Ajukan Permintaan Peninjauan Siaran
Kasus Simon Bramhall
Simon Bramhall kehilangan reputasinya sebagai dokter bedah spesialis hati terkemuka di Queen Elizabeth Birminghan (QEHB), Inggris, setelah kedapatan mengukir inisial namanya pada organ hati dua pasien.
Kedua kasus tersebut terjadi pada 2013. Dalam salah satu kasus, Simon berhasil melakukan operasi transplantasi hati yang sangat rumit pada seorang pasien kritis.
Namun, beberapa hari kemudian, pasien itu harus kembali menjalani operasi karena hatinya gagal berfungsi.
Operasi lanjutan dilakukan oleh rekan sejawat Simon. Saat perut pasien dibuka kembali, ditemukan inisial huruf 'SB' berukuran 4 cm terkukir di permukaan organ hatinya.
| Baca Juga: Debut Film Horor, Laura Moane Belajar Jahit demi 'The Doll Ghawiah'
Melansir dari laporan The Guardian, proses pengukiran inisial dilakukan menggunakan argon beam coagulator (ABC), alat bedah yang menggunakan aliran gas argon dan arus listrik untuk menghentikan pendarahan pada jaringan.
Alat tersebut dapat membakar lapisan paling luar permukaan hati tanpa merusak fungsinya.
Dalam sebuah wawancara, Simon Bramhall mengatakan alasannya mengukir inisial SB sebagai tindakan untuk mencairkan ketegangan di ruangan operasi.
Menurut pengakuannya, operasi terhadap pasien tersebut berlangsung penuh tekanan karena ada masalah pada pembuluh darah arteri hati donor yang mempersulit proses penyambungan.
| Baca Juga: Woko Channel Debut di Film 'Piye To Kih?', Kisah Cinta Mukidi dan Dara Sarasvati Dibalut Komedi
Meski menganggap tindakannya sebagai bentuk 'pelepasan stres', Simon sendiri menyadari bahwa apa yang dilakukannya tidak pantas.
Dihukum Denda dan Diskors
Simon Bramhall dinyatakan bersalah atas dakwaan penginaayaan ringan oleh Pengadilan Pidana Birmingham pada Januari 2018. Ia dijatuhi hukuman denda 10.000 Pound Sterling (Rp240 juta) dan 120 jam kerja sosial.
Pria berusia 61 tahun itu juga menghadapi pencabutan izin praktik medis permanen oleh Medical Practitioners Tribunal Service (MPTS) pada 2022. (*)







