Cerita Sutradara Ajak Woko Channel Garap Film Debut 'Piye To Kih?'
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Film drama komedi Piye To Kih? produksi Miracle Pictures menawarkan kisah cinta yang tidak biasa. Ceritanya sederhana, tentang patah hati, persahabatan, hingga pertemuan dengan sosok dari alam berbeda.
Film karya debutan sutradara Ito Mayin dan penulis Endi Koeswoyo ini mengundang kreator Woko Channel sebagai pemain. Mereka menghadirkan kisah Mukidi, lelaki yang berusaha membuktikan bahwa dirinya layak menikahi perempuan yang dicintainya. Namun, berbagai upaya memperbaiki hidup justru membawanya pada kejadian tak terduga.
Dalam trailer yang telah dirilis, Mukidi digambarkan berjuang memperbaiki kondisi ekonomi hingga membeli rumah demi membuktikan keseriusannya.
Alih-alih menemukan kehidupan yang lebih baik, rumah murah itu justru mempertemukannya dengan Sukma (Dara Sarasvati), perempuan misterius dari alam berbeda.
| Baca Juga: Woko Channel Debut di Film 'Piye To Kih?', Kisah Cinta Mukidi dan Dara Sarasvati Dibalut Komedi
Kehadiran Sukma perlahan membuat Mukidi melihat kehidupan dari sudut pandang baru, sekaligus menyeretnya ke dalam hubungan yang rumit. Selain terhalang perbedaan alam, keduanya juga berbeda keyakinan, seperti terungkap lewat ucapan Mukidi, “Udah beda alam, beda agama pula... piye to kih?”
Dalam konferensi pers pada Senin (20/10/2026), Ito Mayin menyebut persoalan yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Yang ingin kami tempelkan di film ini memang kisah yang cukup kompleks. Bayangkan seseorang menjalin hubungan romansa dengan perempuan yang berbeda alam, beda agama pula. Temboknya tebal banget,” ucapnya.
Menurut sutradara yang sebelumnya menggarap sejumlah produk iklan itu, film ini juga membawa pesan bahwa seseorang kerap berusaha menjadi orang lain demi mendapatkan sesuatu, padahal yang terpenting adalah memantaskan diri.
| Baca Juga: Dari Konten YouTube ke Bioskop, Perjalanan Woko Channel dan Mukidi Lewat Film 'Piye To Kih?'
“Biasanya di zaman sekarang kita sering kali melupakan value yang kita punya, kemudian kita berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Padahal, satu-satunya cara untuk mendapatkan apa yang kita inginkan adalah memantaskan diri,” kata Ito.
Selain itu, Ito sengaja mengangkat kearifan lokal dalam film pertamanya, termasuk dengan melibatkan Trio Woko, yang ia sebut sebagai langkah berani.
1 2







