Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

“Kita coba angkat potensi-potensi dari daerah. Mungkin secara bisnis orang akan melihat, ‘Ah serius nih, berani?’ Nah, kita mencoba ada di posisi anomali itu. Sekarang orang punya kesempatan yang sama, mau di desa atau di mana pun. Mereka adalah kreator-kreator daerah yang berkembang dan muncul dari digital,” katanya.

Ia menilai para pemain sudah memiliki penggemar masing-masing. Trio Woko dipilih karena punya kedekatan cerita dengan audiensnya. Dari situ, Ito menawarkan agar film ini menjadi persembahan spesial bagi penggemar yang telah menemani mereka sejak dulu hingga sekarang.


Bagi Dara Sarasvati, bermain bersama Trio Woko adalah momen yang tak terlupakan. Ia menyebut karakter Sukma mewakili perempuan secara luas, tidak hanya remaja.

“Perempuan sering kali mengorbankan waktu dan cinta yang ditawarkan secara tulus. Ada beberapa adegan komedi, tapi maknanya lebih dalam daripada sekadar komedi,” ujar Dara.

Heri Candra, pemeran Mukidi, mengaku merasa terhormat menjadi bagian dari film ini dan berterima kasih kepada Ito Mayin atas kesempatan tersebut. “Ketemu pemeran-pemeran kelas Jakarta, rasanya senang juga. Suatu kehormatan karena diajak sama Mas Ito,” ucapnya.

Rasa senang serupa disampaikan Sutrisno Agung, pemeran Gendut. “Saya kan walaupun orang Jawa, terus ke Jakarta, ya agak kagok dan takut. Tiba-tiba Mas Ito mengajak, ‘Ayo, ini Woko Channel mau dibikin film.’ Langsung kaget, ini mimpi atau bukan? Kata saya, ‘Ayo.’ Terus ketemu Pak No, ketemu Penyok, wah senangnya,” ujarnya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: