Pop Sunda Pernah Berjaya, Bisakah Tradisi Tetap Hidup di Tengah Zaman yang Berubah?
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleMeski demikian, persoalan yang lebih mendasar tetap terletak pada keberlanjutan kesenian setelah panggung selesai. Regenerasi membutuhkan kesempatan belajar, ruang berkarya, dan apresiasi yang tidak hanya muncul ketika sebuah acara berlangsung.
Pelestarian tradisi juga menyangkut para penjaga pengetahuan budaya yang bekerja jauh dari sorotan. Kisah mereka diangkat Happy lewat serial dokumenter Di Bawah Langit Kita (Bertemu Para Penjaga Budaya), yang diproduksi bersama Puri Aksara dengan dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation.
| Baca Juga: Museum Bing Slamet Resmi Dibuka, Ini Koleksi dan Fasilitas yang Bisa Dilihat
Serial tiga episode ini disutradarai dan dipandu Happy, dengan latar Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, mengikuti masyarakat yang menenun kain Futus, membuat perhiasan tradisional, dan meneruskan musik tradisi. Serial tersebut tayang di kanal YouTube Indonesia Kaya mulai Senin (19/10).
Pada akhirnya, merawat budaya bukan berarti menolak perubahan. Pengalaman Pop Sunda era 1990-an memperlihatkan bahwa tradisi dapat berkembang ketika bertemu bentuk ekspresi baru, selama perubahan itu berjalan bersama pemahaman terhadap nilai yang menjadi akarnya.
Seperti ditekankan Happy, sesuatu yang bernilai tidak harus viral untuk layak dipertahankan. Tantangannya adalah memastikan generasi mendatang tidak hanya mengenal tradisi sebagai masa lalu, tetapi juga meneruskannya sebagai bagian dari masa depan. (*)





