Annabelle Tiba-tiba Muncul di Kantor Vivia Media, Oppa Adams Ungkap Rahasia Makeup Horor
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleOppa enggan merinci daftar tarif jasanya. Ia hanya menyebut harga paling murah untuk satu karakter dimulai dari sekitar Rp300 ribu.
“Tapi kalau sudah mulai effect, sudah pakai prostetik, lateks, itu bisa sampai Rp10 juta,” jelasnya.
Penggunaan prostetik dan lateks memang membutuhkan proses lebih panjang. Bahan-bahan tersebut digunakan untuk membentuk bagian wajah atau tubuh tertentu sehingga penampilan aktor dapat berubah menjadi monster, hantu, alien, hingga sosok berusia lanjut.

Menariknya, sebagian besar bahan untuk menciptakan efek tersebut dibuat sendiri oleh Oppa bersama timnya. Proses pembuatan cetakan dan persiapan karakter bahkan dapat memerlukan waktu lebih lama dibandingkan proses aplikasi saat syuting.
“Semua bahan kita buat sendiri, makanya waktu preparation-nya lebih panjang untuk mencetaknya. Jadi pas syuting tinggal tempel aja,” terangnya.
Meski enggan membocorkan formula dan teknik pembuatan prostetik yang menjadi rahasia dapurnya, Oppa memastikan aspek keamanan tetap menjadi perhatian.
“Bahannya dari apa aja, bikinnya bagaimana, itu rahasia dapur. Yang jelas semua bahan yang kita buat aman buat aktornya. Kan ada tes makeup juga yang bisa kita sesuaikan dengan kenyamanan aktor,” paparnya.
| Baca Juga: Tantangan Fisik Tanta Ginting, Chika Waode dan Amel Carla Saat Syuting Film 'Ghosthing'
Di luar pesanan Halloween dan acara khusus, Oppa Adams juga telah terlibat dalam sejumlah produksi film, terutama film horor.
Beberapa judul yang pernah melibatkan dirinya antara lain Kromoleo, Rawarontek, Setan Botak di Jembatan Ancol, Mata Iblis, Ghosthing, hingga Beneran Horor.
Dalam produksi film, pekerjaannya tidak hanya terbatas pada makeup. Ia juga menangani wardrobe dan kebutuhan special effects sesuai karakter dalam cerita.
Berbeda dengan jasa makeup untuk individu atau acara, pengerjaan special effects makeup untuk film umumnya dihitung berdasarkan proyek atau judul film. Besaran anggaran ditentukan oleh jumlah karakter, tingkat kesulitan, serta banyaknya penggunaan bahan prostetik dan lateks. “Semakin banyak pakai prostetik dan lateks, semakin mahal,” ungkapnya. (*)







