Cerita Yoriko Angeline Berperan jadi Istri Muda di Film Pirunduk
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Film horor Pirunduk mengangkat mitos ilmu hitam dari masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. Di balik itu, film itu juga membawa kisah konflik rumah tangga yang menjadi salah satu bagian penting perjalanan cerita film.
Yoriko Angeline, menceritakan sudut pandang dirinya saat memerankan Ratih, salah satu karakter di Pirunduk. Ia melihat karakternya bukan semata-mata sebagai perempuan yang terlibat dalam persoalan perkawinan.
Di balik posisinya yang rumit, Ratih adalah sosok pekerja keras yang berusaha mempertahankan kehidupan keluarganya. Perempuan itu harus membagi tenaga antara mencari nafkah dan menghadapi situasi pribadi yang tidak sederhana.
Bagi Yoriko, peran tersebut menawarkan pengalaman yang berbeda dari karakter-karakter yang pernah ia mainkan. Ia belum menikah sehingga tidak memiliki pengalaman pribadi untuk memahami dinamika rumah tangga Ratih. Namun, justru jarak antara dirinya dan karakter itu yang membuatnya tertarik menerima tawaran bermain.
“Kalau untuk karakternya sangat berbeda sama aku pribadi, dan itu menjadi sebuah tantangan. Itu juga alasan kenapa aku menerima proyek ini,” kata Yoriko saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Jakarta beberapa waktu lalu.
| Baca Juga: Aulia Sarah Jalani Peran Menantang di Film Pirunduk, Belajar Bahasa Banjar Hingga Syuting Basah
Saat menghadiri gala premiere pada Kamis (15/10/2026), aktris berusia 24 tahun itu sempat melontarkan gurauan mengenai perannya. “Di sini aku tertantang dengan peran baru menjadi istri muda. Sorry ya, yang tua nanti dulu,” ujarnya.
Di balik candaan tersebut, Yoriko berusaha memahami Ratih sebagai perempuan dengan kehidupan dan persoalannya sendiri, bukan sekadar sosok yang hadir dalam konflik antara suami dan istri pertamanya.
Dalam Pirunduk, Ratih mencari nafkah dengan berjualan sayur-sayuran dan buah-buahan di pasar terapung. Ia menggunakan jukung, perahu tradisional yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan sungai Kalimantan Selatan. Penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk menghidupi sang adik, Muhammad atau Dek Mamat.
Sisi kehidupan inilah yang menarik perhatian Yoriko. Ia melihat Ratih sebagai perempuan yang memiliki ketangguhan dan tanggung jawab, jauh melampaui persoalan hubungannya dengan Badarudin (diperankan oleh Bucek Depp).
| Baca Juga: Michelle Ziudith Kapok Syuting Horor, tapi Kembali Demi 'Alas Roban The Series'
“Ratih itu sosok yang berjuang untuk keluarganya. Dia menghidupi adiknya, dia juga pekerja keras. Sosok yang kuat,” ujar perempuan kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 23 Agustus 2002 itu.
Untuk mengenali keseharian perempuan seperti Ratih, Yoriko berinteraksi langsung dengan para pedagang di pasar terapung. Pengalaman itu memberinya kesempatan memahami kehidupan yang selama ini lebih sering ia saksikan dari luar.
“Ini karakter yang biasanya cuma bisa aku lihat. Di film ini, aku bisa memerankan orang tersebut dan berinteraksi langsung dengan ibu-ibu yang berjualan di perahu-perahu di pasar terapung,” tuturnya.
Kedekatan dengan latar budaya turut membantunya. Lahir di Banjarmasin dan sempat menghabiskan masa kecil di sana, Yoriko sudah akrab dengan dialek setempat.
“Kalau untuk belajar dialek Banjarmasin, enggak susah karena aku berasal dari sana,” kata pemeran Wati dalam film Dilan 1990 itu.
| Baca Juga: Cerita Sutradara Ajak Woko Channel Garap Film Debut 'Piye To Kih?'
Mitos Pirunduk, Cerita yang Tak Lagi Sekadar Didengar
Di luar konflik rumah tangga Ratih, daya tarik Pirunduk bagi Yoriko terletak pada kisah mistis yang menjadi dasar film. Sejak tinggal di Kalimantan Selatan, ia sudah sering mendengar cerita mengenai ilmu pirunduk, praktik mistis yang dikenal dalam tradisi lisan masyarakat Banjar.
Namun, selama ini pengetahuannya hanya berasal dari cerita yang beredar. Ia belum pernah menyaksikan secara langsung bagaimana ilmu tersebut dipercaya bekerja atau bagaimana ritualnya digambarkan.
“Aku sering banget dengar tentang ilmu pirunduk ini, tetapi memang tidak pernah tahu bagaimana ilmu ini bisa bekerja. Aku juga enggak pernah melihatnya langsung di depan mata,” ujarnya.
Ketika menyaksikan penggambaran ilmu pirunduk selama produksi, Yoriko mengaku sempat merinding. Adegan ketika Siti (Aulia Sarah) menggunakan ilmu tersebut menghadirkan suasana mencekam, meskipun ia mengetahui bahwa semuanya merupakan bagian dari proses pembuatan film.
| Baca Juga: Nasib Lee Je Hoon, 'Signal 2' dan 'The Long Shot Trial' Tak Pasti Tayang Gegara Kontroversi Lawan Main
“Pas di film ini melihat, ‘Oh, Siti pakai ilmu pirunduk,’ aku sendiri yang melihat di basecamp juga merasa, ‘Gue minggir sedikit deh, takut,’” tuturnya sambil tertawa.
Pengalaman itu membuatnya semakin tertarik pada cerita yang diangkat. Bagi Yoriko, film ini bukan hanya kesempatan untuk mencoba genre horor, tetapi juga cara untuk melihat bagaimana kisah yang hidup dalam ingatan masyarakat diterjemahkan menjadi cerita di layar lebar.
Disutradarai Billy Christian dan ditulis oleh Tubagus Deddy bersama Budi Ismanto, Pirunduk mengambil latar Kalimantan Selatan pada era 1980-an. Film garapan Pichouse Films bersama Pentana Production Studio dan Bimasakti Pictures Production ini berpusat pada Siti, perempuan yang dinikahkan dengan Badarudin demi melunasi utang ayahnya.
Selain Aulia Sarah, Bucek Depp, dan Yoriko Angeline, film ini turut dibintangi Boy Idrus, Alam Jaya, Budi Rab, Acil Imas, Bastari Bayu, Ipul Hary, Guru Ibir, Udin Modal, Acil Ifit Pemamaian, Fadil Abdan Kamil, Rama Juplee, Fauzan Aditia, Ayu Putri, Trisia Chandra, dan Yadi Muryadi.
Film Pirunduk dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 22 Oktober 2026. (*)







