Jangan Asal Menebak, Ini Cara Membaca Bahasa Tubuh Kucing Lewat Ekornya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Kucing memang tidak bisa menyampaikan perasaannya lewat kata-kata, tetapi bukan berarti anabul selalu sulit dipahami. Salah satu petunjuknya bisa dilihat dari posisi dan gerakan ekor.
Mulai dari tegak melengkung hingga mengembang seperti sikat, setiap sinyal dapat memberi gambaran tentang suasana hati kucing, asalkan dibaca bersama bahasa tubuh lainnya.
Berikut ini enam posisi ekor kucing berserta artinya, dirangkum Vivia Media dari berbagai sumber.
| Baca Juga: Punya Kaki Panjang Tak Biasa, Dua Kucing Ini Alami Sindrom Marfan
Ekor tegak dengan ujung melengkung

Jika ekor kucing berdiri tegak dengan ujung menyerupai tanda tanya, biasanya ia merasa nyaman, percaya diri, dan terbuka untuk berinteraksi.
Posisi ini sering terlihat ketika kucing menyambut pemiliknya. Kamu bisa mencoba mengajaknya bermain atau mengelus bagian kepala jika ia terlihat menikmati perhatian.
Ekor mengembang

Pernah melihat ekor kucing mendadak mengembang seperti sikat botol? Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa ia ketakutan atau merasa terancam.
Bulu yang berdiri membuat tubuhnya tampak lebih besar sebagai respons defensif. Sebaiknya jangan langsung mendekat atau menggendongnya secara paksa. Beri ruang sampai ia kembali tenang.
| Baca Juga: Dari Downing Street hingga Gedung Putih, 5 Kucing Ini Punya Kehidupan Istimewa
Ekor mengibas ke samping

Berbeda dari anjing, gerakan ekor kucing ke kanan dan kiri tidak selalu berarti senang. Jika kibasannya cepat dan keras, kucing mungkin sedang kesal atau terlalu terstimulasi, misalnya ketika terus dielus meski sudah ingin berhenti.
Namun, gerakan yang lebih lambat juga bisa menandakan ia sedang fokus mengamati mainan atau sesuatu di sekitarnya.
Ekor bergetar

Ekor yang tegak dan bergetar kecil sering terlihat ketika kucing sangat antusias menyambut seseorang atau kucing lain. Meski begitu, perhatikan posisinya.
Jika ia membelakangi dinding atau furnitur sambil menggetarkan ekor, perilaku tersebut juga bisa berkaitan dengan penandaan wilayah menggunakan urine.
| Baca Juga: Kucing Alami Gangguan Pernapasan Akibat Karhutla? Begini Langkah Penanganannya
Ekor terselip di antara kaki

Posisi ini umumnya menunjukkan rasa takut, cemas, atau tidak nyaman. Dalam kondisi tertentu, ekor yang terus-menerus terselip juga bisa berkaitan dengan rasa sakit.
Hindari memaksa kucing berinteraksi. Jika perubahan ini berlangsung lama atau disertai gejala lain, pemeriksaan dokter hewan diperlukan.
Ekor mendatar

Ketika ekor berada mendatar sejajar dengan tubuh, kucing biasanya sedang dalam kondisi netral atau cukup santai. Ia mungkin sedang mengamati keadaan sebelum memutuskan langkah berikutnya.
Amati juga telinga, mata, dan posturnya untuk memahami apakah ia nyaman atau justru masih waspada.
| Baca Juga: Minim Interaksi Sosial, Ini 4 Hewan Peliharaan Paling Cocok untuk Kaum Introvert
Jangan Membaca Ekor Saja
Dilansir dari PetMD, gerakan ekor perlu dipahami bersama posisi telinga, mata, dan postur tubuh. Suasana sekitar juga berpengaruh terhadap respons kucing.
Jadi, jangan buru-buru menganggap anabul sedang marah atau bahagia hanya dari satu gerakan.
Dengan mengenali sinyalnya, pemilik bisa lebih peka terhadap batas kenyamanan kucing sekaligus membangun hubungan yang lebih baik dengannya.







