Pernah Jadi Aktivis Kampus, Dian Sastrowardoyo Ungkap Kenangan Masa Kuliah
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleDian juga menelusuri buku-buku yang menjadi bacaan wajib bagi anggota Winatra, organisasi tempat Kinan bernaung dalam cerita Laut Bercerita.
Ia kemudian mengonfirmasi informasi tersebut kepada narasumber, termasuk Ririn HS, untuk mendapatkan gambaran mengenai tradisi membaca dalam organisasi aktivis pada masa lalu.
“Ternyata beliau saat dahulu menjadi seorang aktivis, organisasinya memang mewajibkan buku-buku yang harus dibaca, salah satunya adalah karya-karya Pramoedya Ananta Toer seperti Tetralogi Buru,” jelas Dian.
| Baca Juga: Dian Sastrowardoyo Latihan Intensif Jadi Dokter Bedah demi Peran di Film DOTS
Menurutnya, bacaan semacam itu membantu membentuk pemahaman tentang cara berorganisasi, membangun kesadaran sosial, dan menyuarakan ketidakadilan.
Bagi Dian, mendalami Kinan bukan sekadar mempelajari dialog atau memahami alur cerita. Ia juga harus mampu merasakan kepekaan karakter tersebut terhadap berbagai bentuk ketidakadilan, lalu menerjemahkannya ke dalam ekspresi, gerak tubuh, dan cara berbicara.
“Yang pasti, pendekatan saya kepada sosok Kinan adalah mengasah kepekaan rasa terhadap ketidakadilan yang dirasakan oleh Kinan. Kemudian, bagaimana kepekaan tersebut dihidupkan melalui gerak tubuh serta cara berbicara, hingga akhirnya karakter Kinan itu dapat benar-benar hidup,” pungkasnya. (*)







