Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Dian Sastrowardoyo mengenang masa kuliahnya saat mendalami karakter Kinan, seorang aktivis kampus yang ia perankan dalam film Laut Bercerita. Pengalaman berorganisasi dan suasana kampus pasca-Reformasi 1998 menjadi bekal penting bagi Dian untuk menghidupkan karakter tersebut.

Sebelum dikenal luas sebagai aktris, Dian Sastrowardoyo pernah menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Ia sempat menempuh pendidikan selama satu tahun di Fakultas Hukum sebelum pindah ke Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya dan meraih gelar Sarjana Filsafat pada 2007.

Masa kuliah menjadi periode yang meninggalkan kesan mendalam bagi Dian. Selain mengikuti perkuliahan, ia aktif dalam berbagai kegiatan bersama mahasiswa lainnya, termasuk menyuarakan keresahan terhadap kondisi sosial dan politik saat itu.

“Saya jadi teringat kembali pada masa-masa saat saya kuliah dulu. Waktu kuliah, saya sempat tergabung dalam kegiatan-kegiatan bersama teman-teman mahasiswa lainnya untuk ikut menyuarakan keresahan-keresahan yang saat itu kami rasakan,” kata Dian saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).

| Baca Juga: Ada Adegan Ciuman Bareng Eva Celia di 'Laut Bercerita', Reza Rahadian Sempat Lupa Ada Dialog

Mengidolakan Kakak Kelas yang Aktivis

Dian mulai berkuliah pada 2000–2001, ketika suasana kampus masih diwarnai semangat Reformasi 1998. Para senior yang terlibat dalam gerakan tersebut masih aktif dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa angkatan berikutnya.

“Saya mulai kuliah tahun 2000–2001, jadi suasananya masih sangat hangat pasca-Gerakan '98. Kakak-kakak kelas angkatan '98 waktu itu masih menjadi senior kami angkatan 2000,” tuturnya.

Menurut Dian, berbagai kegiatan mahasiswa kala itu menjadi ruang bagi mereka untuk melanjutkan perjuangan menyuarakan keresahan dan ketidakadilan yang dirasakan masyarakat.

Pengalaman selama kuliah juga membuat Dian akrab dengan sosok mahasiswa senior yang cerdas, berwawasan luas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

| Baca Juga: Cerita Yoriko Angeline Berperan jadi Istri Muda di Film Pirunduk

"Selalu ada sosok kakak kelas yang sangat inspiratif, berprestasi, knowledgeable, sangat cerdas, sangat banyak membaca buku, dan dia sangat tahu apa yang harus dia lakukan. Hal itu membuat saya sangat mengidolakan figur seperti itu,” ungkap Dian.

Sosok Kinan, Aktivis yang Diidolakan

Dian mengenang masa kuliahnya saat mendalami karakter Kinan, seorang aktivis kampus yang ia perankan dalam film Laut Bercerita. Pengalaman berorganisasi dan suasana kampus pasca-Reformasi 1998 menjadi bekal penting bagi Dian untuk menghidupkan karakter tersebut.

Figur seperti itulah yang membuatnya mengidolakan karakter Kinan dalam Laut Bercerita. Ia bahkan mengaku sangat mengagumi Kinan, karakter aktivis kampus yang diperankannya dalam film tersebut.

Peraih Piala Citra ini mengaku telah jatuh cinta pada karakter Kinan sejak mengenal kisahnya melalui novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori.

| Baca Juga: Ini Ungkapan Perasaan Dian Sastrowardoyo Kembali Jadi Cinta Setelah 10 Tahun

Sebelum terlibat dalam film panjangnya, ia juga telah berpartisipasi dalam pembuatan film pendek yang diadaptasi dari karya tersebut.

“Saya jatuh cinta dengan karakter Kinan karena sosoknya sangat inspiratif sekali buat saya,” ujar Dian.

Kesempatan memerankan Kinan dalam versi film panjang pun menjadi pengalaman yang disambutnya dengan penuh rasa syukur. Ia menyadari karakter tersebut memiliki kedalaman cerita dan tanggung jawab yang tidak bisa dijalani secara sembarangan.

“Ketika akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memerankan Kinan di film panjang ini, saya merasa sangat bersyukur. Saya sama sekali tidak menganggap enteng tanggung jawab yang diberikan kepada saya,” katanya.


Membaca Karya Pramoedya untuk Mendalami Karakter

Untuk menghidupkan Kinan, Dian melakukan berbagai pendekatan, mulai dari mengenang pengalaman masa kuliah hingga memperkaya pemahamannya melalui bacaan. Ia berusaha memahami latar belakang pemikiran dan nilai-nilai yang membentuk karakter seorang aktivis.

Dian juga menelusuri buku-buku yang menjadi bacaan wajib bagi anggota Winatra, organisasi tempat Kinan bernaung dalam cerita Laut Bercerita.

Ia kemudian mengonfirmasi informasi tersebut kepada narasumber, termasuk Ririn HS, untuk mendapatkan gambaran mengenai tradisi membaca dalam organisasi aktivis pada masa lalu.

“Ternyata beliau saat dahulu menjadi seorang aktivis, organisasinya memang mewajibkan buku-buku yang harus dibaca, salah satunya adalah karya-karya Pramoedya Ananta Toer seperti Tetralogi Buru,” jelas Dian.

| Baca Juga: Dian Sastrowardoyo Latihan Intensif Jadi Dokter Bedah demi Peran di Film DOTS

Menurutnya, bacaan semacam itu membantu membentuk pemahaman tentang cara berorganisasi, membangun kesadaran sosial, dan menyuarakan ketidakadilan.

Bagi Dian, mendalami Kinan bukan sekadar mempelajari dialog atau memahami alur cerita. Ia juga harus mampu merasakan kepekaan karakter tersebut terhadap berbagai bentuk ketidakadilan, lalu menerjemahkannya ke dalam ekspresi, gerak tubuh, dan cara berbicara.

“Yang pasti, pendekatan saya kepada sosok Kinan adalah mengasah kepekaan rasa terhadap ketidakadilan yang dirasakan oleh Kinan. Kemudian, bagaimana kepekaan tersebut dihidupkan melalui gerak tubuh serta cara berbicara, hingga akhirnya karakter Kinan itu dapat benar-benar hidup,” pungkasnya. (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: