Cut Tari Kembali ke Sinetron Setelah 6 Tahun Vakum, Siap Dibenci Penonton
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Setelah lebih dari enam tahun vakum dari dunia akting, Cut Tari kembali menjalani kesibukan syuting sinetron kejar tayang melalui 'Wajah Cinta yang Lain'. Keputusan kembali ke layar kaca bukan semata-mata karena kerinduannya untuk berakting.
Dalam sinetron produksi Sinemart yang tayang di SCTV tersebut, Cut Tari memerankan Tamara, tokoh antagonis yang rela melakukan berbagai cara demi kebahagiaan putrinya, Pamela (Andi Annisa).
Karakter ini menjadi tantangan tersendiri karena Tamara bukan sosok yang dirancang untuk mendapatkan simpati penonton. Sebaliknya, tindakannya diharapkan memancing kemarahan dan membuat pemirsa gemas.
“Balik lagi, ini kan pertama kali aku syuting stripping lagi setelah menikah yang kedua. Aku memang rehat sekitar enam tahun lebih dari apa pun di entertainment,” kata Cut Tari saat bincang-bincang tentang sinetron Wajah Cinta yang Lain di Jakarta pada Kamis (22/10).
| Baca Juga: Jefri Nichol Debut Sinetron di 'Terbaik Itu Kamu', Akui Kesulitan Atur Emosi saat Syuting
Setelah cukup lama mengurangi aktivitas di dunia hiburan untuk memberikan perhatian kepada keluarga, Cut Tari mengaku menikmati kesempatan kembali bekerja. Ia pun bersyukur bisa bergabung dengan tim yang membuat proses syuting terasa menyenangkan.
Tertarik Bergabung karena Pemain dan Cerita
Salah satu pertimbangan Cut Tari menerima tawaran Wajah Cinta yang Lain adalah jajaran pemain yang terlibat. Sejumlah nama seperti Linda Kirana, Oka Antara, Ibrahim Risyad, Andri Mashadi, Dinda Kirana, dan Andi Annisa menjadi daya tarik tersendiri baginya.
Menurut Cut Tari, setiap pemain memiliki karakter dan tantangan masing-masing. Ia juga tertarik dengan dinamika cerita yang menghadirkan beragam konflik, sehingga perannya sebagai Tamara tidak hanya bergantung pada satu bentuk kejahatan.
“Kenapa aku tertarik? Karena di sini main siapa saja yang main. Aku lihat pemain-pemainnya bagus-bagus, jadi memang tertarik untuk terlibat,” ujar perempuan kelahiran Jakarta, 1 November 1977 itu.
| Baca Juga: Haviza Devi Pakai Heels 20 cm di Sinetron 'Cinta Seluas Samudra', Kaki Gemetar Takut Jatuh
Ketertarikan itu semakin kuat setelah ia merasakan langsung suasana kerja di lokasi syuting. Cut Tari menilai hubungan antarpemain terbangun dengan baik, tidak hanya ketika mereka menjalani adegan, tetapi juga saat beristirahat dan menghabiskan waktu bersama.
Cut Tari juga menyebut Dinda Kirana dan Andri Mashadi sebagai rekan kerja yang kerap mencairkan suasana. Di depan kamera, ia harus mempertahankan karakter Tamara yang serius dan penuh intrik. Namun, di luar adegan, tingkah jenaka kedua pemain tersebut justru menjadi hiburan tersendiri.
“Mereka ini, terutama yang muda-muda seperti Andri Mashadi dan Dinda Kirana, aslinya kocak banget. Aku yang karakternya paling serius di sini merasa sangat terbantu dan sering terhibur melihat tingkah mereka,” ujar istri Richard Kevin ini.
Selain kekompakan para pemain, Cut Tari mengapresiasi keseriusan tim produksi dalam mempersiapkan kebutuhan syuting, termasuk lokasi dan set yang mendukung cerita. Menurutnya, persiapan yang matang membantu para pemain membangun suasana dan mendalami karakter.
| Baca Juga: Gayung Bersambut, Trio Bajaj Siap Comeback di Sinetron ‘Para Pencari Tuhan’ Jilid 20
Tamara, Antagonis yang Siap Memancing Kemarahan
Dalam Wajah Cinta yang Lain, Cut Tari menghadapi tantangan berbeda melalui karakter Tamara. Ia memerankan istri kedua Arya (Rommy Sulastyo) yang berusaha mempertahankan posisinya dalam keluarga sekaligus memastikan Pamela mendapatkan apa yang diinginkannya.
Rasa sayang Tamara kepada putrinya menjadi dasar dari berbagai tindakan yang ia lakukan. Namun, keinginan tersebut kerap diwujudkan melalui cara yang keliru.
“Dia sangat sayang sama anaknya, yaitu Pamela. Saking sayangnya, dia sangat menghalalkan segala cara. Dia pengin anaknya mendapatkan kebahagiaan, tetapi selalu punya cara-cara yang salah,” ujar Cut Tari.
Tamara juga menjadi salah satu penggerak konflik utama dalam cerita. Kebenciannya terhadap Ariana dan ambisinya mempertahankan kepentingan keluarga membuatnya terus terlibat dalam berbagai intrik.
| Baca Juga: Comeback Main Sinetron, Dewi Perssik Akui Grogi Perankan Karakter Melodi
Cut Tari menyadari bahwa karakter tersebut memang tidak ditujukan untuk disukai. Karena itu, ia berusaha membangun Tamara sebagai sosok yang mampu membangkitkan emosi penonton, bukan sekadar antagonis yang sesekali melakukan kejahatan.
“Aku di sini antagonisnya bukan untuk disukai orang. Aku harus main dengan karakter yang lebih antagonis. Gimana caranya orang enggak suka, orang gemas banget, dan pengin supaya dia cepat dapat karma. Soalnya Tamara ini mastermind-nya,” kata pemeran Tari dalam sinetron Kemilau Cinta Kamila itu.
Respons penonton mulai terasa setelah beberapa episode ditayangkan. Cut Tari mengaku kolom komentar di akun Instagram-nya dipenuhi reaksi terhadap tindakan Tamara, termasuk desakan agar tokoh tersebut segera mendapatkan hukuman.
“Biasanya aku kalau baca komen tuh isinya, ‘Masukkan Tamara ke sel!’, ‘Inilah dalangnya!’, ‘Ayo bius dia, suntik dia!’ Jadi kalau ada yang memuji cantik, wah, tumben banget,” ungkapnya sambil tertawa.
Alih-alih merasa terganggu, Cut Tari menganggap komentar tersebut sebagai bagian dari konsekuensi memerankan tokoh antagonis. Baginya, reaksi penonton yang begitu kuat menunjukkan bahwa mereka mengikuti perkembangan cerita dan terbawa emosi oleh tindakan karakter yang ia mainkan. (*)







