Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Ucapan Juan saat berbincang dengan Eca Aura dalam podcast Juan dan Eve kembali mengundang pertanyaan soal kesuburan perempuan dan anggapan rahim lemah.

Dalam podcast pada Maret 2026, Juan menyinggung anggapan bahwa perempuan sebaiknya memiliki anak sebelum berusia 30 tahun karena rahim disebut tidak lagi kuat ketika usia bertambah.

Namun, apakah benar kesuburan langsung menurun drastis setelah usia 30?

Benarkah Rahim Melemah Setelah Usia 30 Tahun?

Dalam obrolan tersebut, Juan mengatakan, "Kan biasanya cewek tuh bisa di bawah sebelum 30, aku pengen punya anak, karena katanya kalau makin tua nanti rahimnya enggak kuatlah."

| Baca Juga: Sering Dianggap Nyeri Haid Biasa, Kenali Gejala Endometriosis yang Bisa Ganggu Kesuburan

Secara medis, pernyataan tersebut perlu diluruskan. Dilansir dari ACOG, kesuburan perempuan memang mulai menurun sejak usia 30 tahun.

Namun, penurunannya berlangsung bertahap dan menjadi lebih cepat ketika memasuki pertengahan usia 30-an. Artinya, perempuan yang berusia 30 tahun tidak otomatis mengalami kesulitan hamil atau memiliki rahim yang melemah.

Seiring bertambahnya usia, jumlah sel telur yang tersisa di ovarium berkurang dan kualitasnya ikut menurun.

Perubahan inilah yang terutama memengaruhi peluang kehamilan, bukan karena rahim mendadak kehilangan kemampuannya saat seseorang berulang tahun ke-30.

| Baca Juga: PCOS Resmi Berganti Nama Jadi PMOS, Begini Penjelasan Dokter Kandungan

Faktor lain, seperti gangguan ovulasi, endometriosis, dan kondisi kesehatan tertentu, juga bisa memengaruhi kesuburan.

Apa Maksud Istilah Rahim Lemah?

Istilah rahim lemah kerap digunakan secara umum, padahal bukan satu diagnosis medis yang spesifik.

1 2

Tags: