Juan Singgung Rahim Melemah di Usia 30 Tahun, Ini Penjelasan Medisnya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleSalah satu kondisi yang mungkin dimaksud adalah inkompetensi serviks, yaitu kondisi ketika leher rahim memendek atau terbuka terlalu dini selama kehamilan sehingga meningkatkan risiko keguguran atau persalinan prematur.
Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi ini bisa tidak menimbulkan gejala yang jelas. Sebagian orang mengalami tekanan di panggul, nyeri punggung baru, kram ringan, perubahan cairan vagina, atau bercak darah.
| Baca Juga: Cara 'Memancing' Menstruasi agar Datang Lebih Cepat, Mana yang Terbukti Manjur?
Kondisi tersebut perlu diperiksa dokter dan tidak bisa disimpulkan hanya berdasarkan usia.
Bisakah Kesuburan Dijaga Lewat Makanan dan Vitamin?
Pola hidup sehat dapat mendukung kesehatan reproduksi, meski tidak bisa menghentikan penurunan kualitas sel telur akibat usia.
Konsumsi makanan bergizi seimbang, menjaga berat badan sehat, berolahraga, menghindari rokok, serta membatasi alkohol merupakan langkah yang dapat dilakukan.
Bagi perempuan yang berencana hamil, CDC merekomendasikan konsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram setiap hari untuk membantu mencegah cacat tabung saraf pada janin.
| Baca Juga: Gaya Hidup dan Ketidakseimbangan Hormon di Balik Meningkatnya Kasus Kanker Endometrium
Namun, vitamin ini bukan obat untuk memperkuat rahim atau mengembalikan kualitas sel telur yang menurun.
Jika sedang merencanakan kehamilan, konsultasi dengan dokter kandungan dapat membantu menilai kondisi kesehatan dan menentukan kebutuhan pemeriksaan.
Evaluasi kesuburan atau pemeriksaan setelah 12 bulan mencoba hamil bagi perempuan berusia di bawah 35 tahun, atau setelah enam bulan bagi mereka yang berusia 35 tahun ke atas.
Pada usia lebih dari 40 tahun, evaluasi lebih dini dapat dipertimbangkan. (*)







