Cerita Ayah Syabila Rizkia, Atlet Selam yang Gugur di Ajang Porprov XVII, Jateng
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google| Baca Juga: Meski Cuma 'Atlet Tarkam', Fedi Nuril Tetap Latihan Intensif Demi Film 'Bapakmu Kiper'
Tangis itu, menurutnya, merupakan luapan kebanggaan atas perjuangan dan pencapaian putrinya dalam perlombaan.
”Ya pasti, Dik. Kalau finish, Ayah bangga (terlepas juara atau tidak, red). Kalau Syabilla dapat juara, Ayah nangis pasti,” kata Ajar, menimpali pertanyaan putrinya.

Namun takdir tak dapat ditolak, atlet berusia 22 tahun itu mengalami kesulitan menjelang garis finish. Kala dia bertanding dalam nomor Open Water Finswimming (OWF) 3.000 meter di perairan pesisir Awann Costa, Semarang Barat.
| Baca Juga: Habis Olahraga Lanjut Ngopi atau Kerja? Ini Cara Memilih Activewear yang Nyaman dan Tetap Stylish
Syabilla sempat mengangkat tangan, namun kemudian tetap melanjutkan menyelam. Tim penyelamat sempat mengevakuasinya, tetapi nyawanya tidak tertolong.
Ajar Tri, menyebut Syabila dikenal sebagai sosok mandiri. Dia juga dekat dengan ayahnya.
Diceritakan Ajar Tri, keikutsertaan Syabilla dalam perlombaan selam laut bukanlah pengalaman pertama baginya. Syabila pernah mengikuti kegiatan renang di kawasan Pulau Panjang dengan jarak sekitar 4,5 kilometer atau hampir 5 kilometer, sekitar tiga tahun sebelumnya.
Tahun berikutnya, Syabilla juga pernah mengikuti nomor selam laut sejauh 3.000 meter dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
| Baca Juga: HYROX Jadi Tren Baru, Saat Olahraga Berubah Menjadi Gaya Hidup dan Ajang Eksistensi
Untuk.mengenang sosok Syabila, Pemerintah Kabupaten Kudus berencana membangun monumen dan mengabadikan namanya di fasilitas olahraga daerah. Hal itu diharapkan menjaga semangat Syabilla tetap hidup.
Ajar Tri belum merespon soal penghargaan tersebut. ”Kami masih berduka, apa pun yang terbaik boleh saja,” tuturnya.







