Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

"Anak muda ini biasanya menerima ekspektasi orang tua dan juga ekspektasi terhadap diri sendiri. Jadi, semuanya terasa harus ditangani sendiri," ujarnya.

Zee juga melihat persoalan komunikasi dalam keluarga Runi. Selisih usia yang jauh dengan kakaknya membuat Runi jarang dilibatkan dalam situasi penting, sehingga ia berpotensi merasa semakin jauh dari keluarga.


Sutradara Affandi Abdul Rachman menegaskan bahwa film ini bukan ajakan untuk bersikap tidak peduli terhadap persoalan hidup atau menekan emosi.

Penonton justru diajak memahami emosi, menerima hal-hal yang berada di luar kendali, dan menentukan respons yang lebih bijak.

"Kita justru lebih menghargai emosi yang ada di dalam diri kita. Emosi itu nyata, kita tidak bisa berbohong. Namun, bagaimana cara kita menghadapinya dan apa yang kita lakukan untuk mengelolanya agar menghasilkan sesuatu yang lebih baik, itu yang ingin kita sampaikan," ujar Affandi.

Penulis buku Filosofi Teras, Henry Manampiring, menekankan bahwa film ini harus bisa dipahami dan dinikmati bahkan oleh mereka yang belum membaca bukunya.

| Baca Juga: Taskya Namya Nangis saat Jalani Adegan Kekerasan Seksual di 'Rambut Sewu: Satu Langkah Getih'

Karena itu, ia sempat mempertanyakan keberadaan teras saat menerima draf awal skenario, sebab elemen tersebut penting untuk menjelaskan judul film kepada penonton.

"Waktu versi awal naskah saya terima, pertanyaan saya justru, 'Terasnya di mana?' Saya percaya film ini harus bisa dipahami dan dinikmati bahkan oleh mereka yang tidak membaca buku saya," ujar Henry.

Filosofi Teras dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 Desember 2026. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: