Dokter Tirta dan Baskara Putra Bersuara, Balas Kritik soal Demo yang Dianggap Mengganggu Warga
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Demonstrasi 'IndonesiaSadar' di Jakarta pada Rabu (28/10/2026) memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warga mengeluhkan aksi yang dianggap mengganggu aktivitas sehari-hari.
Di sisi lain, Dokter Tirta dan musisi Baskara Putra, vokalis Hindia, justru mengingatkan bahwa demonstrasi berkaitan dengan hak berpendapat serta persoalan yang dampaknya dirasakan masyarakat luas.
Melalui unggahan Threads pada Kamis (29/10/2026), dr. Tirta Mandira Hudhi menanggapi komentar yang mempertanyakan manfaat demonstrasi.
Ia mengingatkan bahwa kebebasan berbicara yang dinikmati masyarakat sekarang juga berkaitan dengan perjuangan Reformasi 1998.
| Baca Juga: Ernest Prakasa dan Bintang Emon Angkat Tiga Jari Dukung Demo IndonesiaSadar, Ini Maknanya

"Kamu bisa cangkeman di medsos sekarang juga karena efek demo Reformasi tahun 98," tulis dr. Tirta. Istilah cangkeman yang digunakannya merujuk pada kebebasan berbicara atau menyampaikan pendapat.
Menurutnya, demonstrasi merupakan salah satu cara menyampaikan aspirasi agar didengar pemegang kekuasaan.
Ia juga menyindir anggapan bahwa dokter sebaiknya tidak ikut membicarakan politik, sebab setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pandangan tentang persoalan publik.
Selain membahas sejarah reformasi, dr. Tirta juga menyoroti hubungan antara pajak dan tanggung jawab pejabat. Ia menyebut masyarakat membayar berbagai jenis pajak, mulai dari PPN, PPh, PBB, hingga pajak kendaraan dan usaha.
| Baca Juga: Wanda Hamidah Hingga Reza Rahadian Ikut Turun Demo di Jakarta 28 Oktober 2026
"Gaji-gaji pejabat kan dari salah satunya iuran pajak-pajak ini. Yo jelas berhaklah kita kritik dan aspirasi," tulisnya di Threads.
Ia menilai masyarakat wajar menyampaikan kritik karena kebijakan pemerintah turut memengaruhi kehidupan sehari-hari, terutama kelompok menengah ke bawah.
1 2







