Trio GJLS Ikut Diklat Damkar, Adegan Bersama Ular Paling Bikin Takut
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on Google| Baca Juga: Sebelum Perankan Buya Hamka, Vino G. Bastian Tak Tahu Ibunya Mualaf Dibimbing Sang Ulama
Set Khusus Kebakaran
Sutradara Monty Tiwa menjelaskan bahwa proses pencarian lokasi syuting tidak mudah, khususnya untuk adegan kebakaran di dalam gedung. Tim produksi harus mempertimbangkan aspek artistik sekaligus izin untuk menggunakan api sungguhan.
"Ada beberapa tempat yang ternyata pemiliknya keberatan untuk kita bakar. Tapi beberapa tempat yang bisa dibakar, secara artistik enggak cocok. Jadi, susah banget," kata Monty.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, tim akhirnya memilih membangun set khusus di sebuah gudang tua milik PFN. Meski lokasi tersebut memungkinkan untuk digunakan, kondisi artistiknya dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan film.
"Akhirnya kita decide untuk ambil gudang tua di PFN. Itu boleh dibakar, cuma artistiknya kita enggak cocok karena sudah terlalu kumuh. Akhirnya kita build semuanya, satu lantai itu semua kita build," jelasnya.
| Baca Juga: Keanu Reeves Jadi Bintang Utama 'Maelstrom', Film Netflix yang Tertunda 33 Tahun
Monty juga mengungkapkan bahwa adegan kebakaran menggabungkan api sungguhan dengan teknologi computer-generated imagery (CGI). Menurutnya, sekitar 50 persen elemen api dalam adegan tersebut merupakan api nyata, sedangkan sisanya ditambahkan melalui CGI.
GJLS: Berapi-Api mengikuti kisah tiga sahabat masa kecil: Rigen (Rigen Rakelna), Rispo (Ananta Rispo), dan Hifdzi (Hifdzi Khoir) yang terobsesi menjadi pemadam kebakaran heroik.
Namun, kegagalan saat proses pelatihan bersama regu elite legendaris Algojo Api membuat ketiganya terperangkap dalam tugas-tugas pelayanan non-kebakaran yang kerap diremehkan.
Ketika berniat mencari jalan pintas untuk membuktikan diri, ketiganya bersama Bu Guru Nana (Grace Emmanuela) justru terseret ke dalam konspirasi berbahaya demi membongkar sindikat perdagangan anak.
Selain trio GJLS, film yang bakal tayang 5 November 2026 ini juga dibintangi Carissa Perusset (Bondan), Aurra Kharisma (Jayanti), Inayma (Joana), Sadha Triyudha (Sugeng), Nigel Siwabessy (Sentot), Ebel Cobra (Komandan Toni), Grace Emmanuela (Nana), Khairul Umam, Rio Dumatubun, Yono Bakrie (Romli), Rizky Ritonga (Tonga), serta aktor cilik Raffan Al Aryan (Daffa) dan Mikhaira Embun (Farra). (*)







