Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Dibalik tingkah lucu Rigen Rakelna, Ananta Rispo dan Hifdzi Khoir di film GJLS: Berapi-Api, trio GJLS ini membagikan kisah serius untuk mendalami peran petugas pemadam kebakaran (damkar) sebagai inti cerita.

Ananta Rispo mengungkapkan bahwa seluruh pemain diwajibkan mengikuti pendidikan dan pelatihan bersama dinas pemadam kebakaran.

Pelatihan tersebut berlangsung selama tiga hari di pusat pendidikan damkar di Ciracas, Jakarta. Para pemain dibekali pengetahuan dasar mengenai pemadaman api hingga teknik penyelamatan.

"Semua pemain diwajibkan ikut diklat sama dinas kebakaran karena ini film tentang damkar. Jadi, dipastikan minimal teknik dasar dan teori-teori dasar tentang pemadaman api ringan maupun besar kita semua tahu," kata Rispo saat ditemui dikawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).

| Baca Juga: Pakai Seragam Damkar Seberat 10 kg, Trio GJLS Nekat Terobos Api Sungguhan di Film Terbaru

Ia menjelaskan, pelatihan tersebut juga memberikan pengalaman langsung kepada para pemain untuk memahami situasi yang dihadapi petugas damkar di lapangan.

Rigen Rakelna menambahkan bahwa mereka mempelajari berbagai teknik pemadaman api, mulai dari menggunakan handuk basah, alat pemadam api ringan (APAR), hingga mobil pemadam dengan tekanan air tinggi.

"Jadi, itu kita pelajari semua. Walaupun basic-basic-nya, lumayan itu bisa kepakai juga sih buat di kehidupan," ujar Rigen.

Menurutnya, pelatihan tersebut membantu mereka tampil lebih luwes ketika harus menjalani adegan berbahaya selama proses syuting.

| Baca Juga: Lawan Netizen, Rigen Rakelna Bela Istri yang Dihujat Karena Sebut Indonesia Mencekam

"Ketika syuting ketemu sama api, dibakar gedungnya, kita bertemu dengan api, tidak ada kepanikan dari kita karena kita memang sudah dilatih ketemu dengan api beberapa hari sebelumnya," lanjutnya.

Adegan Terberat : Akting Bersama Ular

Di antara berbagai pengalaman selama syuting, adegan saat pelatihan menangkap ular menjadi salah satu hal yang paling membekas bagi Rigen dan rekan-rekannya. Rigen mengaku mereka bertiga sebenarnya sangat takut terhadap ular.

Ketakutan itu semakin terasa ketika harus menjalani adegan di dalam rumah bersama ular yang benar-benar dilepas di lokasi.

"Kita bertiga tuh sebenarnya takut banget sama ular. Jadi, di adegan itu kita benar-benar takut, apalagi ketika adegan yang di dalam rumah," ungkap Rigen.

Ia menceritakan, dalam adegan tersebut, ketiganya berada di dalam rumah, sedangkan kamera dan sebagian kru berada di luar. Situasi itu membuat mereka semakin khawatir jika ular tiba-tiba bergerak mendekati mereka.

"Kalau misalnya ada apa-apa, ular itu tiba-tiba turun dan mengejar-ngejar kita, itu kita hancur sih benar-benar," tuturnya.

Bahkan, pengalaman tersebut terus menghantui mereka selama beberapa hari karena masih harus menjalani adegan bersama ular.

"Sampai beberapa hari itu kita kepikiran, 'Wah, besok ada lagi nih adegan ular.' Jadi, selalu ada bayang-bayang itu sih," kata Rigen.

| Baca Juga: Tayang di Indonesia, ini dia 5 Fakta Menarik Film The Intern Versi Korea

Pengalaman serupa juga dirasakan Hifdzi Khoir. Ia mengaku sangat takut terhadap ular, bahkan sempat tidak berani mengikuti latihan penyelamatan hewan saat workshop.

"Kita ada workshop, salah satunya itu workshop rescue binatang-binatang. Nah, pas workshop kita nyoba nangkap ular, aku enggak berani, benar-benar kayak kabur karena takut banget," ujar Hifdzi.

Ironisnya, ketika menjalani adegan bersama ular, posisinya justru menjadi yang paling dekat dengan hewan tersebut.

"Sementara pas adegan, ularnya ada beneran dan posisi aku yang benar-benar paling dekat sama ular. Jadi, kalau ngelihat di adegannya itu, ketakutan itu benar-benar takutnya, enggak akting. Beneran takut itu mah," katanya.

| Baca Juga: Sebelum Perankan Buya Hamka, Vino G. Bastian Tak Tahu Ibunya Mualaf Dibimbing Sang Ulama

Set Khusus Kebakaran

Sutradara Monty Tiwa menjelaskan bahwa proses pencarian lokasi syuting tidak mudah, khususnya untuk adegan kebakaran di dalam gedung. Tim produksi harus mempertimbangkan aspek artistik sekaligus izin untuk menggunakan api sungguhan.

"Ada beberapa tempat yang ternyata pemiliknya keberatan untuk kita bakar. Tapi beberapa tempat yang bisa dibakar, secara artistik enggak cocok. Jadi, susah banget," kata Monty.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, tim akhirnya memilih membangun set khusus di sebuah gudang tua milik PFN. Meski lokasi tersebut memungkinkan untuk digunakan, kondisi artistiknya dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan film.

"Akhirnya kita decide untuk ambil gudang tua di PFN. Itu boleh dibakar, cuma artistiknya kita enggak cocok karena sudah terlalu kumuh. Akhirnya kita build semuanya, satu lantai itu semua kita build," jelasnya.

| Baca Juga: Keanu Reeves Jadi Bintang Utama 'Maelstrom', Film Netflix yang Tertunda 33 Tahun

Monty juga mengungkapkan bahwa adegan kebakaran menggabungkan api sungguhan dengan teknologi computer-generated imagery (CGI). Menurutnya, sekitar 50 persen elemen api dalam adegan tersebut merupakan api nyata, sedangkan sisanya ditambahkan melalui CGI.

GJLS: Berapi-Api mengikuti kisah tiga sahabat masa kecil: Rigen (Rigen Rakelna), Rispo (Ananta Rispo), dan Hifdzi (Hifdzi Khoir) yang terobsesi menjadi pemadam kebakaran heroik.

Namun, kegagalan saat proses pelatihan bersama regu elite legendaris Algojo Api membuat ketiganya terperangkap dalam tugas-tugas pelayanan non-kebakaran yang kerap diremehkan.

Ketika berniat mencari jalan pintas untuk membuktikan diri, ketiganya bersama Bu Guru Nana (Grace Emmanuela) justru terseret ke dalam konspirasi berbahaya demi membongkar sindikat perdagangan anak.

Selain trio GJLS, film yang bakal tayang 5 November 2026 ini juga dibintangi Carissa Perusset (Bondan), Aurra Kharisma (Jayanti), Inayma (Joana), Sadha Triyudha (Sugeng), Nigel Siwabessy (Sentot), Ebel Cobra (Komandan Toni), Grace Emmanuela (Nana), Khairul Umam, Rio Dumatubun, Yono Bakrie (Romli), Rizky Ritonga (Tonga), serta aktor cilik Raffan Al Aryan (Daffa) dan Mikhaira Embun (Farra). (*)

1 2 3 SHOW ALL

Tags: