Bukan Sekadar Pose, Begini Perjuangan Pemain Garap Poster 5CM: Revolusi Hati
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Soraya Intercine Films resmi merilis poster film 5CM: Revolusi Hati. Peluncuran itu dilakukan di ruang publik. Yaitu dengan memanfaatkan layar videotron yang terpasang di area luar Gedung The City Tower, Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Di poster tersebut menampilkan enam sahabat. Yaitu Roman King, Rachel Aseelah Wironggo Vercaemer, Olivia Morrison, Ali Fikry dan Bimasena. Mereka mengapung di tengah lautan dengan cahaya biru misterius di bawah permukaan air.
Sebuah perahu terlihat berada tak jauh dari mereka. Visual poster ini memberikan kesan petualangan penuh misteri sekaligus emosional.
| Baca Juga: Herjunot Ali Pasang Badan untuk Film ‘5 cm: Revolusi Hati’ di Tengah Gelombang Kritik Netizen
Mengusung tagline 'Di Ujung Timur Laut Jawa, 6 Sahabat, 2 Cinta, Sebuah Perjalanan, dan Satu Janji yang Mengubah Segalanya'. Film ini menjanjikan kisah persahabatan, cinta, dan perjalanan yang membawa perubahan besar bagi para karakternya.
Di balik apiknya poster tersebut, ternyata tersimpan proses pengambilan gambar yang tidak mudah. Para pemain harus menjalani sesi pemotretan berulang kali demi mendapatkan visual yang sesuai konsep film.
Rachel Aseelah: Mencoba Beragam Konsep
Untuk mendapatkan visual yang diinginkan, pemain dan kru mencoba beragam cara. "Ada yang di kolam renang, ada juga di Banyuwangi. Itu pun kita sampai ngulang berhari-hari buat ngambil foto itu," ungkap Rachel di kesempatan yang sama.
| Baca Juga: Roman King Debut Main Film di '5 cm: Revolusi Hati', Ngaku Nervous Gantikan Herjunot Ali
Salah satu elemen yang paling mencuri perhatian dari poster 5CM: Revolusi Hati adalah pancaran cahaya biru yang mengelilingi para pemain di tengah laut.
"Itu bukan efek visual biasa. Tapi fenomena plankton bercahaya atau blue plankton yang nggak mudah ditemukan," kata Rachel.

Olivia Morrison: Berpose Dalam Air hingga Dini Hari
Bagi Olivia Morrison, pemeran Astri, dia dan pemain lain harus berpose telentang di dalam air. Dalam salah satu sesi, Olivia sempat kesulitan mengatur posisi tubuh dan kepalanya di dalam air agar sejajar.
| Baca Juga: Ada yang Sampai Overthinking, Begini Cara Pemeran Hadapi Kritik Film ‘5 cm: Revolusi Hati’
"Aku sempat pegangan di pinggir kolam, tapi kepala aku malah nyelem ke dalam. Terus aku coba naik," kenang Olivia.
Pengalaman tersebut jadi salah satu momen membekas baginya. Olivia mengingat para pemain dan kru melakukan pengambilan gambar hingga sekitar pukul 02.00 pagi.
Kaemi Lalwani: Bingung Konsep Poster
Sosoknya tidak muncul dalam poster, namun Kaemi Lalwani penasaran dengan konsep visual poster yang disiapkan tim produksi. "Aku dikirimi foto. Bingung, konsepnya gimana. Tapi terus, I see the vision now. Yeah, really cool," kata Kaemi.
| Baca Juga: Bawa Cerita Baru, Teaser ‘5 cm: Revolusi Hati’ Tuai Berbagai Komentar Netizen
Baginya, hasil akhir poster tersebut berhasil memperlihatkan gambaran konsep yang sebelumnya sulit dibayangkan selama proses pemotretan berlangsung.
Kisah Enam Sahabat dan Perjalanan yang Mengubah Segalanya
Film 5 Cm: Revolusi Hati berlatar waktu jauh sebelum kisah film pertamanya dimulai. Tepatnya saat Zafran (Roman King) masih duduk di bangku SMP. Di film sebelumnya, tokoh ini diperankan Herjunot Ali.
Disutradarai Emil Heradi, film yang tayang pada 24 Desember 2026 itu, menghadirkan petualangan dengan latar alam Indonesia yang memukau.
| Baca Juga: Cast Film ‘5 cm: Revolusi Hati’ Perlahan Diungkap, Netizen Justru Bingung
Berbeda dari film sebelumnya, 5cm : Revolusi Hati lebih banyak mengeksplorasi keindahan laut. Proses pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi di Banyuwangi, Jawa Timur.
Ditulis oleh Donny Dhirgantoro, Rza Kumar, dan Sunil Soraya, 5cm Revolusi Hati mengisahkan Zafran (Roman King), Riko (Wironggo Vercaemer), Asep (Ali Fikry), dan Ariwibowo (Bimasena), empat sahabat yang masih duduk di bangku SMP.
| Baca Juga: Jajaran Pemain Film ‘5 cm: Revolusi Hati’ Bocor di Letterbox
Mereka memiliki janji untuk melanjutkan pendidikan ke SMA yang sama dan tidak akan pernah terpisahkan. Namun, ketika cinta pertama hadir dan sebuah perjalanan membawa mereka jauh dari Jakarta, mereka mulai menyadari bahwa tumbuh dewasa dapat mengubah banyak hal.
Menjelang berakhirnya masa SMP, sebuah janji akan membawa mereka pada perjalanan yang menguji arti persahabatan, kesetiaan, dan keberanian untuk menghadapi perubahan. (*)







