Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral

Add VIVIA Media on Google

VIVIA MEDIA — Beberapa waktu belakangan ini, sejumlah selebriti seperti Jerome Polin dan Young Lex mengeluhkan akun media sosial mereka diserang buzzer ketika menyuarakan isu sosial-politik.

Hal serupa juga dialami oleh pengguna media sosial lain hingga membuat mereka jengah. Beberapa orang mencoba memberikan balasan menohok. Ada juga yang mengambil langkah tegas dengan memblokir akun yang meresahkan.

Buzzer adalah istilah untuk orang atau kelompok yang menyebarkan pesan, opini, atau narasi tertentu melalui media sosial demi memengaruhi pendapat publik.

Dalam konteks isu sosial-politik, buzzer umumnya digunakan untuk menyerang pihak yang berseberangan, mengalihkan perhatian publik dari isu tertentu, dan membentuk opini untuk mendukung suatu pihak.

| Baca Juga: Sempat Unggah Kritik dan Kampanye 'Melawan Buzzer', Kanal YouTube Windah Basudara Diserang Peretas

Menariknya, di tengah ramainya perbincangan mengenai buzzer di kalangan netizen Indonesia, netizen Brasil hadir memberikan tips untuk melawan akun-akun tersebut.

Sebagai informasi, netizen Brasil dikenal dengan aktivisme digital mereka yang berkembang pesat. Salah satu gerakan yang paling terkenal adalah Sleeping Giants Brasil.

Gerakan masyarakat tersebut berupaya melawan penyebaran berita palsu, ujaran kebencian, dan konten berbahaya di internet melalui tekanan terhadap perusahaan pengiklan.

Netizen Brasil juga terkenal lewat taktik starve the troll, yakni strategi tidak memberi panggung pada konten buzzer.

Melansir dari unggahan sejumlah pengguna Threads pada Senin (2/11/2026), ada beberapa tips netizen Brasil yang bisa ditiru untuk membasmi buzzer.

| Baca Juga: Cerita Ayah Syabila Rizkia, Atlet Selam yang Gugur di Ajang Porprov XVII, Jateng

Jangan Berinteraksi

Akun @atelie_ifafemi menyebut salah satu cara melawan buzzer adalah jangan berinteraksi. Interaksi yang dimaksud seperti menekan tombol suka, mengomentari, atau membagikan ulang.

Jika ingin melawan berita palsu yang disebarkan, jangan memberikan komentar langsung pada unggahan terkait, lakukanlah lewat unggahan di akun pribadi.

Akun @al_zaid_zaid menyarankan pengguna media sosial untuk langsung mengabaikan unggahan buzzer, menekan opsi 'tidak tertarik' atau 'tunjukkan lebih sedikit', dan melaporkan dengan dasar misinformasi yang melanggar aturan platform.

Tindakan memblokir memang bisa menjadi salah satu opsi. Namun, perlu diperhatikan bahwa menekan tombol blokir mengharuskan pengguna membuka profil akun buzzer, yang tanpa disadari justru memberi interaksi tambahan.

| Baca Juga: Gara-Gara Meme Diktator, Kontrak Kylian Mbappe Diputus Tiga Perusahaan China

Bentuk Komunitas Khusus

Tips lain adalah membangun komunitas yang mampu mengoordinasikan tindakan-tindakan yang harus dilakukan atau dihindari.

"Bangun komunitas yang mampu mengatur waktu dan mengoordinasikan tindakan," jelas pemilik akun @atelie_ifafemi.

"Seperti menentukan unggahan mana yang perlu disukai, dibagikan, atau dikomentari, tagar mana yang perlu didorong, narasi mana yang perlu didukung, serta berita palsu mana yang perlu dilawan," tambahnya.

Penentuan waktu juga disebut sangat krusial. Karenanya, para anggota komunitas harus benar-benar kompak dalam menjalankan langkah yang sama.

| Baca Juga: Wanda Hamidah Hingga Reza Rahadian Ikut Turun Demo di Jakarta 28 Oktober 2026

"TikTok maupun Meta tidak akan bisa dengan cepat membatasi jangkauan unggahan Anda jika, pada saat mereka menyadarinya, unggahan tersebut sudah telanjur tersebar luas," bebernya.

Kesimpulan dari tips ini adalah yang paling utama, jangan memberikan interaksi apa pun. Biarkan narasi buzzer tenggelam dengan sendirinya. (*)

1 2 SHOW ALL

Tags: