Joko Anwar Masuk Daftar Sutradara Horor Terbaik Dunia, Ini Alasan IndieWire Menyorot Karyanya
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Nama Joko Anwar kini sejajar dengan sejumlah sutradara horor dunia yang karyanya menjadi rujukan lintas generasi.
Ia masuk dalam daftar 50 Best Horror Directors of All Time versi IndieWire, sebuah pengakuan internasional yang langsung membuat sang sineas mengaku gemetar.
Daftar tersebut diterbitkan IndieWire pada 28 Oktober 2026 menjelang perayaan Halloween.
Menariknya, Joko tidak ditempatkan berdasarkan peringkat satu hingga 50, melainkan dikelompokkan bersama para sutradara lain ke dalam enam kategori.
| Baca Juga: Anggy Umbara Pamer Momen Akrab Bersama Joko Anwar dan Hanung Bramantyo di BIFAN 2026
Masuk Kategori Reigning Terrors Bersama Sutradara Dunia
Bagi yang belum familier, IndieWire merupakan media hiburan asal Amerika Serikat yang telah meliput industri film, televisi, dan media digital sejak 1996.
Media ini dikenal melalui laporan industri, ulasan film, wawancara sineas, serta liputan festival dan penghargaan.
Dalam daftar yang mereka rilis, Joko Anwar masuk kategori Reigning Terrors, yang berisi sutradara dengan karya horor yang terus diperbincangkan, dipelajari oleh pembuat film lain, dan menjadi acuan bagi perkembangan genre tersebut.
Ia berada dalam kategori yang sama dengan sejumlah sineas internasional, seperti Ari Aster yang menyutradarai 'Hereditary' dan 'Midsommar'.
| Baca Juga: Borong 3 Penghargaan di Kolombia, ‘Ghost in the Cell’ Semakin Mendunia
Jordan Peele melalui 'Get Out', 'Us', dan 'Nope', Robert Eggers lewat 'The Witch' dan 'Nosferatu', serta M. Night Shyamalan dengan 'The Sixth Sense' dan 'Split'.
Ada pula Jennifer Kent yang dikenal lewat 'The Babadook', Karyn Kusama melalui 'Jennifer's Body', dan Coralie Fargeat lewat 'The Substance'.
IndieWire menyoroti cara Joko menjadikan hubungan keluarga sebagai sumber teror. Film-filmnya juga mengangkat persoalan kemiskinan, kewajiban keluarga, dan otoritas agama melalui cerita horor.
Beberapa karya yang dibahas adalah 'Pengabdi Setan', 'Perempuan Tanah Jahanam', dan 'Siksa Kubur'.
| Baca Juga: Film ‘Pengabdi Setan 3: Origin’ Jadi Proyek Ambisius: Pakai 7 Bahasa hingga Ambil Latar Abad ke-16
Mengetahui namanya masuk daftar sutradara horor terbaik dunia, Joko menyampaikan reaksi melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (1/11/2026).
"So honored (dan gemeter) to be included in this list. Thank you beyond words @indiewire," tulisnya. Ia mengaku sangat terhormat sekaligus gemetar karena terpilih dalam daftar tersebut.
Ghost in the Cell Berprestasi, Pengabdi Setan 3 Disiapkan
Pengakuan IndieWire datang di tengah perjalanan internasional karya terbaru Joko, 'Ghost in the Cell'. Film tersebut meraih Best Picture kategori Horror Competition di Fantastic Fest, Amerika Serikat, pada September 2026.
Karya itu juga membawa pulang Best Film dari Maniatic International Fantastic Film Festival, Spanyol, serta tiga penghargaan di Fantasmagoria Film Festival, Kolombia.
| Baca Juga: Selain Teuku Ryan, Pemeran 'Agent Kim Reactivated' Ini Juga Mirip Artis Indonesia
Di dalam negeri, Joko turut masuk nominasi Sutradara Terbaik Piala Citra FFI 2026 lewat 'Ghost in the Cell'. Malam penganugerahannya dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026.
Sementara itu, ia juga tengah menyiapkan 'Pengabdi Setan 3: Origin'. Film ketiga waralaba tersebut dijadwalkan tayang pada 2027. (*)







