Momen Kocak Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono Adu Chemistry di Film Yang Datang dan Yang Pergi
Temukan lebih banyak Berita Hiburan, Gaya Hidup dan Kisah Viral
Add VIVIA Media on GoogleVIVIA MEDIA — Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dipertemukan di film Yang Datang dan Yang Pergi (YDYP). Pertemuan antara aktris senior dan aktor yang lebih junior dalam film garapan sutradara Nurman Hakim dan Nan Achnas.
Dian berperan sebagai Sinta, pewaris penginapan tua Wisma Wiryo, yang pada suatu ketika bertemu kembali dengan Banawan yang diperankan Roy, sahabat masa kecil sekaligus pria yang pernah bertahta di hatinya.
Untuk memerankan karakter tersebut, bukan perkara sulit. Namun yang sempat jadi tantangan adalah menyatukan chemistry. Tidak bisa instan apalagi itu adalah proyek berdua perdana mereka.
| Baca Juga: Ini Ungkapan Perasaan Dian Sastrowardoyo Kembali Jadi Cinta Setelah 10 Tahun
”Setiap masuk ke proyek baru, pasti deg-degan. Terlebih, ini kesempatan yang sangat besar buat aku pribadi. Dipercaya bermain di film garapan Mas Nurman Hakim dan Mbak Nan Achnas, serta berakting bersama Mbak Dian Sastro,” kata Roy di Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Di sisi lain, hal sama juga dirasakan Dian, yang menyadari jarak senioritas tersebut. Dia langsung memutar otak, karena tak ingin rasa sungkan merusak dinamika karakter sahabat masa kecil yang harus mereka tampilkan.
Trik tak terduga pun lahir: bermain prakarya melipat kertas. ”Terkadang aktor, apalagi kalau posisinya lebih junior, sering merasa deg-degan, canggung, atau sungkan. Akhirnya, waktu itu aku berinisiatif mengajak Roy, ’Eh, kita latihan dulu yuk, Roy. Ada exercise sedikit,'" tutur Dian.
| Baca Juga: El Putra Sarira akan Membintangi Serial Netflix ‘Perahu Kertas’
Momen kocak pun pecah saat Dian menantang Roy membuat kapal mainan dari kertas. Yang ternyata dijawab Roy, tidak bisa.
"Terus aku tanya ke Roy, 'Lu ngerti cara bikin kapal-kapalan pakai kertas,
nggak?' Dia jawab, 'Enggak.' Hah? Langsung aku ledekin, 'Lu anak angkatan zaman kapan sih kalau sampai nggak bisa bikin kapal kertas?" beber Dian sambil tertawa.
"Habis itu ya sudah, akhirnya aku ajarin dia cara melipatnya," imbuh Dian. Upaya tersebut berbuah manis. Menurut Roy, sesi sederhana itu meruntuhkan tembok sekat di antara mereka.
| Baca Juga: Raffi Ahmad Diboikot? 4 Musisi Mundur dari Rans Carnival Yogyakarta 2026
"Mbak Dian punya banyak sekali ide untuk membangun komunikasi. Kami bisa mengobrol santai membicarakan masa lalu. Hal-hal itulah yang akhirnya meruntuhkan jarak dan membuat tidak ada sekat lagi di antara kami," tambah Roy.
Makan Bersama Hingga Melawan Dingin
Kekompakan keduanya makin erat berkat aturan tak tertulis selama proses produksi. Seluruh pemain dan kru menginap di di losmen yang sama, yang juga set film. Dian menegaskan, tidak ada ruang bagi siapa pun untuk bersikap elitis atau mengurung diri.
"Jadwal makan pagi, makan siang, hingga makan malam semuanya terpusat di satu
ruang makan. Kami tidak boleh eksklusif, harus nimbrung, makan bersama, dan
suasananya jadi cair dengan sendirinya," tegas Dian.
| Baca Juga: Mengaku Tak Enak Hati, Aisyah Aqilah Berencana Stop Fitur Instagram Eksklusif
Selain tantangan membangun rasa, proses syuting Yang Datang dan Yang Pergi juga menuntut ketahanan fisik ekstra. Proses syuting memakan waktu sekitar 20 hari dengan menjelajahi lanskap menawan nan menantang di Solo, Yogyakarta, Wonosobo, hingga dataran tinggi Dieng.
Demi menangkap momen magis fajar dan kabut alami, para pemain sudah harus berpacu dengan waktu sejak dini hari. "Kami bangun jam dua pagi dan dingin banget. Jadi perlu ketahanan fisik . Kalau kita tidak konsumsi vitamin, takutnya badan drop," jelas Dian.
Meski diterpa suhu dingin dan jam kerja panjang, Roy mengaku lelahnya terbayar
oleh atmosfer serta panorama di lokasi. "Karena semua lokasinya sangat menyenangkan, rasa capeknya jadi tidak terlalu terasa," tutup Roy.
Film Yang Datang dan Yang Pergi disutradarai Nurman Hakim dan Nan Achnas dan direncanakan tayang pada 3 Desember mendatang. (*)







